Awas, Vampire Oil Syndrom Pada Mesin Nissan HR15DE

16/09/2018 Arfian Alamsyah Perawatan mobil

Mesin berkode HR15DE pertama kali digunakan di Nissan Tiida di Jepang. Mesin ini sangat diunggulkan karena memiliki tingkat efisiensi yang baik dan juga memiliki performa yang baik. Tak heran, jika mesin berkonfigurasi 4 silinder segaris ini didaulat oleh PT. Nissan Motor Indonesia untuk kemudian disematkan pada salah satu produk MPV low andalan mereka, yaitu Nissan Grand Livina, dan Nissan Livina series. Awas, Vampire Oil Syndrom pada mesin Nissan HR15DE.

Tampak sebuah mesin Nissan berkode HR15DE tersemat pada bonnet Nissan Grand Livina

Mesin Nissan berkode HR15DE yang dikembangkan oleh Renault (Foto : Istimewa)

Mesin berkode HR15DE pertama kali digunakan di Nissan Tiida di Jepang. Mesin ini sangat diunggulkan karena memiliki tingkat efisiensi yang baik dan juga memiliki performa yang baik. Tak heran, jika mesin berkonfigurasi 4 silinder segaris ini didaulat oleh PT. Nissan Motor Indonesia untuk kemudian disematkan pada salah satu produk MPV low andalan mereka, yaitu Nissan Grand Livina, dan Nissan Livina series.

>>> Nissan Indonesia dianaktirikan, kalah sama Nissan di negara ini

Tampak sebuah Nissan Grand Livina 2018

Nissan Grand Livina sepanjang hidupnya sudah pakai 2 jenis mesin HR15DE. (Foto : Arfian / Mobilmo)

Namun, akhir-akhir ini mesin Nissan yang berkapasitas bersih 1498 cc dan punya tenaga on crank sebesar 109 Dk menjadi buah bibir dikalangan car enthusiast. Pasalnya, mesin ini diklaim rawan masalah oleh sebagian pemiliknya. Tak heran, harga jual kembali dari merek Nissan dengan mesin HR15DE ini agak-agak gimana gitu jika dibandingkan dengan rival lain sekelasnya. Eits, meski hanya sebagian, tapi ini layak banget untuk dibahas lho.

>>> Wah, kunci kontak Nissan ini misterius, atau jangan-jangan ada penunggunya?

Teknologi Nissan Grand Livina 2018

Dari sisi teknis, Nissan Grand Livina sangat unggul berkat komposisi mesin kompeten dan transmisi CVT pintar. (Foto : Nissan)

Untuk mengetahuinya masalahnya, Kami dari Mobilmo.com ngobrol langsung secara acak dengan Nissan Livina user, pemakai Nissan Evalia, hingga pengguna Nissan Juke yang notabone ketiga mobil ini menggendong basis mesin yang sama. Masalah paling umum yang ditemui adalah suara ngelitik, dan yang paling parah adalah mesin kering oli atau kena vampire oil syndrome (sindrom mesin peminum banyak oli, red) seperti di kasus Suzuki Escudo atau Vitara lansiran lama.

>>> Hore, akhirnya dealer Nissan berdiri di 'planet' ini

Mesin HR15DE pada Nissan Juke

Tidak hanya pada Nissan Grand Livina, mesin HR15DE juga dibenamkan di Nissan Juke, Nissan March 1.5, dan Nissan Evalia. (Foto : Arfian / Mobilmo.com)

“Kalau hanya bunyi ngelitik saja sih enggak apa-apa, itu biasanya hanya gumpalan kerak di mesin yang menumpuk. Solusinya tinggal mesinnya diajak ‘olahraga’ saja, geber di rpm atas alias putaran mesin tinggi sesekali, maka kerak akan hilang dan masalah teratasi.  Kalau sudah mesin sampai kehabisan oli, wah bisa gawat tuh,” papar Triyono, owner dan mekanik dari Family Auto Service, bengkel spesialis Nissan di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

>>> Nih, mobil gagah, kencang nan tangguh dari Nissan. Harganya udah murah, tapi perhatikan hal ini

Oli encer Nissan 5W-30

Mau performa mesin HR15DE lebih baik? Gunakan oli ini. (Foto : Istimewa)

Seperti yang pembaca Mobilmo.com pahami, oli merupakan ‘darah’ nya mesin. Seluruh kelancaran dan aktivitas mekanik pada mesin seperti naik turunnya piston, pasti membutuhkan pelumasan maksimal dari oli. Apesnya, ternyata cukup banyak mobil Nissan yang bermesin HR15DE tersebut yang kena vampire oil syndrome. “Pertamanya dengar suara metal jalan bunyi, dan ternyata oli mesin mobil gue kering, dan anehnya enggak ada gejala ngebul pada knalpot,” papar Vierko Moviarto, salah satu Nissan Evalia owner lansiran 2012.

>>> Ini dia, mobil Nissan yang mengundang rasa hate or love

Nissan Evalia 2012 milik Vierko Moviarto

Mobil Nissan Evalia 2012 bermesin HR15DE ini sempat bermasalah vampire oil syndrome. (Foto : Pribadi / Vierko Moviarto)

Setelah oli mesin Nissan Evalia putih berpelek Honda Integra DC3-nya ditambah volumenya, langsung digiring ke bengkel oleh pria berkacamata ini. Ketika dilakukan pengecekan di bengkel langganannya, fixed mesin berkode HR15DE dibalik bonnet mobilnya itu harus turun mesin. “Metal jalan dan ring pistonnya udah kena, karena mesin ini pernah kehabisan oli namun terus dipaksa jalan, untungnya enggak melenting dan liner blok-nya masih kuat,” tukas Supriyono, mekanik 2SZ Jaya Motor, bengkel spesialis Nissan.

>>> Ini jadinya kalau pasta diberi bumbu yakiniku

Blok silinder Nissan HR15DE pada Nissan Evalia

Hebatnya meski kehabisan oli, liner blok silinder Nissan HR15DE tetap baik dan tidak tergores. (Foto : Pribadi / Vierko Moviarto)

Lalu sebenarnya, apa sih inti masalah dari vampire oil syndrome di mesin HR15DE ini? “Jadi intinya ada dua problem utama, pertama adalah panas mesin yang agak over di mesin HR15DE sehingga material aluminiumnya “kalah”. Apalagi iklim tropis di Indonesia yang suhunya panas, juga jangan lupa kondisi lalu lintas ibu kota yang cenderung macet membuat pelepasan panas menjadi enggak sempurna. Yang kedua adalah spesifikasi oli standar Nissan yang terlalu encer viskositasnya di 10W-30, menambah masalah di mesin ini,” analisa Triyono dari Family Auto Service.

>>> Ini alasan mengapa komponen CVT Nissan terasa mahal

Komponen mesin HR15DE di Nissan Evalia

Kalau sudah kena vampire oil syndrome baiknya seluruh komponen internal mesin di cek. (Foto : Pribadi / Vierko Moviarto)

Hal tersebut makin diperparah dengan anjuran servis Nissan yang punya kelipatan per 10 ribu. “Untuk kondisi sekarang, pembangunan infrastruktur ada dimana-mana, jadi jalanan dipenuhi kemacetan, rasanya mustahil banget untuk menerapkan angka tersebut guna melakukan servis berkala. Olinya sudah pasti kalah (habis) duluan,” tambah Supriyono, yang bengkelnya berada di Kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Oli mesin standar Nissan Grand Livina adalah kekentalan 10W-30

Oli dengan kekentalan 10W-30 untuk spesifikasi mesin HR15DE masih terlalu encer. (Foto : Istimewa)

Pertanyaan mendasarnya bagaimana oli bisa habis? “Pertama pemilik mobil jarang mengecek kondisi maupun volume oli di mesin. Kedua kondisi panas membuat mesin bekerja ekstra, jangan salah mesin yang terlalu lama dalam kondisi stasioner memiliki tingkat suhu kerja yang tinggi, dan keausan tinggi pula. Suhu yang panas tersebut membuat oli yang encer ber-ubah menjadi gumpalan, lama kelamaan menjadi kerak,” tambah Triyono yang aseli Cilacap, Jawa Tengah ini.

>>> Dapatkan berita harian terupdate, diulas dengan bahasa kekinian dan asyik dibaca hanya disini

Ilustrasi asap putih keluar knalpot

Yang mengherankan, enggak ada gejala asap putih yang menandakan oli masuk ruang bakar. (Foto : Istimewa)

Kalau dianalisa lebih lanjut dari perkataan mekanik tersebut, artinya mesin Nissan HR15DE tidak terlalu baik dalam melepas panas. Tetapi juga tidak ada malfungsi di sistem pembakaran, oli mesin  tidak masuk kedalam ruang bakar, maupun tanda-tanda ring piston yang sudah mengalami lemah syahwat sehingga membuat oli ikut terbakar dan pada akhirnya lama kelamaan akan habis, sehingga membuat mesin rusak karena mengalami defisit volume oli.

Nissan Evalia turun mesin

Vampire oil syndrome dapat berdampak mesin harus turun total. (Foto : Pribadi / Vierko Moviarto)

Tapi apakah sejelek itu mesin HR15DE? “Sebenarnya enggak jelek, itu sih tergantung cara pakainya saja beli mobil Nissan itu untung. Sudah mobilnya nyaman, akselerasinya kencang, modelnya juga cenderung abadi,” tukas Alamsyah, salah satu car enthusiast yang tinggal di daerah Summarecon Bekasi, Jawa Barat. “Waktu saya masih bekerja di bengkel resmi Nissan, pernah menghitung running hour mesin dengan sebuah software. Ternyata dalam kondisi macet parah jarak 5 ribu kilometer sama dengan pemakaian 10 ribu kilometer, yang jadi masalah bukan mesin HR15DE yang jelek. Tetapi pelepasan panasnya yang kurang oke, ditambah spek oli yang terlalu encer,” tambah Triyono lagi.

>>> Klik di sini untuk mengupdate informasi tentang tips perawatan lainnya

PCV pada Nissan Grand Livina

Untuk deteksi dini oli menguap atau tidak, bisa pasang oil catch tank pada PCV mesin HR15DE. (Foto : Istimewa)

Agar musibah vampire oil syndrome ini tidak menimpa Anda sebagai pengguna mobil Nissan yang berkode mesin HR15DE lebih baik jangan ikuti buku petunjuk Nissan khusus untuk perintah servis berkala per 10 rb kilometer. Ini serius, apalagi Anda yang menggunakan mobil ditengah kepadatan kota besar. “Buat amannya, ganti oli per 5 ribu kilometer, saja. Saya punya pelanggan mobilnya Nissan Grand Livina keluaran 2007, sudah 300 ribu kilometer lebih aman saja,” tutup Triyono. Tuh sob, perhatikan olinya ya.

>>> Daptkan tips lainnya seputar mobil disini

Mungkin anda ingin baca

  • Kelebihan dan Kekurangan Pasang Knalpot Racing Pada Mobil Penumpang
    Perawatan mobil Fatchur Sag

    Kelebihan dan Kekurangan Pasang Knalpot Racing Pada Mobil Penumpang

    02/01/2019

    Masih ada beberapa hal yang masih diperdebatkan soal penggunaan knalpot racing pada mobil, terutama mobil penumpang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mobil keluarga. Apakah bikin boros BBM, atau mungkin meningkatkan performa kendaraan. Simak ulasan berikut!

  • Abu Vulkanik Dan Dampaknya Terhadap Bodi Mobil
    Perawatan mobil Fatchur Sag

    Abu Vulkanik Dan Dampaknya Terhadap Bodi Mobil

    30/12/2018

    Gunung Anak Krakatau kembali aktif pasca bencana tsunami Selat Sunda beberapa hari lalu, menyebarkan abu vulkanik hingga sampai ke daerah pemukiman. Layak dicermati bagi pemilik mobil apa dampak buruk abu vulkanik ini dan bagaimana cara membersihkannya.

  • Benarkah Sunroof Bisa Meledak, Berikut Penjelasannya!
    Perawatan mobil Fatchur Sag

    Benarkah Sunroof Bisa Meledak, Berikut Penjelasannya!

    26/12/2018

    Mobil dengan desain - desain terkini banyak menggunakan fitur sunroof, di mana menghasilkan tampilan mobil yang jauh lebih berkelas dibandingkan dengan atap mobil biasanya. Hal ini dapat menjadi salah satu daya tarik bagi calon pembeli. Tetapi banyak pula yang mempertanyakan benarkah sunroof bisa meledak.