Dari Pada Buat Sendiri, Nissan Motor Indonesia Pilih Impor Komponen Transmisi Datsun Go CVT

10/05/2018 Fat Mobil baru

Datsun Indonesia resmi menghadirkan varian baru Datsun Go bertransmisi matic Xtronic CVT (Continously Variable Transmission), Senin (7/5/2018). Menggenapi Datsun Go varian lama yang telah mengaspal sejak 2014 silam, Datsun Go CVT diharapkan bisa mendongkrak penjualan Datsun di Indonesia.

Selain transmisi baru terkini yang dihadirkan, Datsun Go CVT tampil lebih stylish dan menarik. Di bagian interior juga lebih keren dan diklaim lebih nyaman dibanding versi lama karena dilengkapi touchscreen monitor yang terintegrasi dengan berbagai sistem pada kendaraan.

Peluncuran Datsun Go CVT di Jakarta

Menggenapi Datsun Go varian lama yang telah mengaspal sejak 2014 silam, Datsun Go CVT diharapkan bisa mendongkrak penjualan Datsun di Indonesia

Mengenai transmisi CVT, Nissan Motor Indonesia (NMI) mengaku kalau komponennya tidak diproduksi di Indonesia. Hitung-hitung dari pada menambah investasi, NMI memilih impor langsung dari Thailand.

>>> Datsun Ambil Keputusan Tidak Menempatkan Go CVT Di Segmen LCGC. Lho?

General Manager R&D NMI, Masayuki Ohsugi menjelaskan, untuk memproduksi komponen transmisi CVT, dibutuhkan ruangan anti debu atau fasilitas clean room. Hal ini wajib sebab produksi komponen CVT tidak bisa dilakukan asal-asalan. Harus seksama, tepat, bersih, serta memperhatikan gear dan oli pelumas dengan sangat detail.

Itu semua membutuhkan investasi yang tidak sedikit, dan Nissan tak mau melakukannya sebab masih ada jalan lain yang lebih efektif dan efisien.

Transmisi CVT Datsun Go CVT

Sudah melokalisasi mesinnya, Nissan Datsun Indonesia enggan melokalisasi komponen transmisi Datsun Go CVT

“Kami sudah melokalisasi mesinnya, tetapi perakitan CVT sedikit berbeda dari mesin. Jadi itulah mengapa kami tidak melokalisasi unit CVT di pabrik Purwakarta,” tutur Ohsugi, di Jakarta, Senin (7/5/2018).

>>> Buktikan Eksis, Varian Baru Datsun Go Remix Limited Edition Diluncurkan

Datsun Go CVT dibekali mesin yang berbeda dengan mesin Go dan Go+. Sama-sama berkapasitas 1.2L dan bisa menghasilkan torsi maksimum 104 Nm, tenaga yang dihasilkan Datsun Go manual dan Go+ maksimum sebesar 68 PS saja. Sedangkan Go CVT bisa menghasilkan tenaga maksimum hingga 78 PS.

“Kami sudah melakukan banyak investasi pada mesin, machining, di Purwakarta. Jadi kami sudah banyak investasi untuk varian manual. Pada kasus CVT, bukan cuma transmisinya yang berbeda tetapi juga mesinnya, antara manual dan CVT. Beberapa komponen kami impor dari luar Indonesia, ada yang dari Thailand dan jepang,” sambung Ohsugi.

Desain DAtsun Go CVT

Tidak memenuhi ketentuan kandungan lokal, Datsun Go CVT tak masuk di jajaran mobil murah LCGC

Ohsugi menuturkan lagi kalau kandungan lokal Datsun Go CVT lebih rendah dari pada Go manual dan belum memenuhi ketentuan Low Cost Green Car (LCGC). Karenanya Datsun Go CVT yang komponennya impor dari mancanegara tidak masuk dalam kategori mobil LCGC.

>>>  Terus ikuti perkembangan berita otomotif dan harga mobil di Mobilmo.com

>>>  Beli mobil? Cari saja di situs jual beli mobil dengan harga bagus di cintamobil.com

Mungkin anda ingin baca