Terapkan 5 Tips Ini Ketika Anda Mengemudi Sendirian di Malam Hari

22/03/2019| Fatchur Sag

Mengemudi mobil sendirian di malam hari berbeda dengan mengemudi mobil di siang hari. Selain menerapkan cara berkendara yang aman, Anda juga perlu perhatian khusus terhadap mobil yang Anda gunakan. Apa saja itu? Berikut 5 tips aman mengemudi sendirian di malam hari.

1. Pastikan Kaca Jendela Bersih

Foto mengemudi sendirian di malam hari

Pastikan visibilitas oke saat mengemudi di malam hari

Ketika hendak mengendarai mobil di waktu malam, Anda sebaiknya memastikan kaca jendela mobil Anda bersih. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat jika kaca jendela bersih. Salah satunya, Anda sebagai pengemudi, akan memiliki jarak pandang lebih luas, terjaga, dan baik.

Hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jika kaca jendela mobil kotor di tengah-tengah perjalanan? Untuk itulah, selain memastikan kaca jendela bersih, Anda juga memastikan wiper (penyeka kaca jendela depan / belakang mobil) bekerja penuh dan cairan wiper tersedia.

Dua hal itu sebenarnya cukup Anda perhatikan ketika ingin mengemudi sendirian di malam hari. Namun, ada satu tambahan yang bersifat opsional, yaitu menerapkan pemakaian kaca film di kaca jendela. Tujuannya agar pengemudi tidak silau ketika menerima sorot lampu dari kendaraan yang berlawanan arahnya. Komposisi kaca film yang dianjurkan adalah 20 persen untuk kaca depan dan 40 persen untuk kaca samping dan belakang.

>>> Tips Merawat Kaca Mobil Agar Tetap Kinclong

2. Pastikan Spion Bersih dan Bekerja

Foto spion mobil sebelah kanan

Jangan lupa, kaca spion juga perlu diperhatikan kecerahannya

Anda juga perlu memastikan spion mobil bersih dan bekerja. Maksud bersih disini adalah cermin spion tidak ada kotoran apapun, sehingga mampu fokus merefleksikan sinar lampu dari kendaraan yang ada di belakang Anda. Sedangkan, maksud bekerja disini adalah cermin bisa digerakkan secara manual atau otomatis jika dirasa kurang pas.

Spion mobil tersedia di tiga tempat. Spion luar (kiri - kanan) yang terletak di pintu depan, spion dalam, dan spion luar yang terletak di belakang kaca jendela belakang (opsional). Sekarang spion bagian dalam yang tidak memiliki fitur auto dimming, yaitu fitur peredup kaca spion agar cahaya lampu kendaraan dari mobil belakang yang ada di belakang mobil Anda tidak menyilaukan pengemudi. Jika spion dalam mobil Anda sudah dilengkapi fitur ini, Anda tinggal mengaktifkannya sehingga mobil yang ada di belakang mobil Anda terlihat jelas. Namun, jika belum ada, Anda bisa mengaturnya secara manual.

>>> Baca juga: Sudah Jarang Dipakai, Ini Kelebihan Spion Fender Dibanding Spion Pintu

3. Setel Posisi Lampu Depan Agar Pencahayaan Optimal

Foto sorot lampu mobil

Terlalu tinggi sorot lampu bisa mengganggu pengemudi kendaraan dari arah berlawanan

Posisi lampu depan sebaiknya diatur dengan baik agar pencahayaan optimal. Jika lampu depan menyorot terlalu rendah, maka Anda akan kesulitan melihat jalan. Sedangkan, jika lampu depan menyorot terlalu tinggi, maka ada kemungkinan pengemudi mobil yang berlawanan arah dengan Anda akan terganggu.

Untuk mengatur lampu depan, Anda bisa membaca buku manualnya. Mobil-mobil terkini sebagian sudah dilengkapi fitur Adjustable Headlamp untuk mengatur tinggi rendah sorot lampu. Namun, jika mobil Anda model lama atau memang tidak ingin repot, maka datang saja ke bengkel terdekat untuk minta disetelkan posisi lampu depan. Jika sudah pas, ya, tidak perlu disetel lagi.

Anda juga perlu mengatur kecerahan lampu depan. Tidak selalu, lampu bercahaya maksimal bisa mengoptimalkan pencahayaan. Selalu sesuaikan dengan kondisi jalan. Jika Anda berada di jalanan kota, maka jangan menyalakan lampu besar, karena cahayanya akan mengganggu pengendara lain. Jika Anda berada di jalanan sepi dan gelap, Anda bisa menggunakan lampu besar untuk mengatasi kekurangan cahaya.

>>> Klik di sini untuk mengetahui informasi tentang review Mobil terlengkap

4. Pilih Bohlam Berkualitas

Gambar salah satu lampu mobil

Pilih bohlam berkualitas untuk mendapatkan pencahayaan berkualitas

Poin ini berhubungan dengan poin sebelumnya, dimana Anda sebaiknya bijak memilih jenis bohlam yang akan dipakai – biasa, LED, Halogen, atau Xenon. Jika ditilik dari kemampuan, bohlam jenis LED memiliki beberapa keunggulan dibanding lainnya, seperti awet, aman terhadap reflektor, dan berdaya rendah. Namun, tentunya, semua berpulang kepada Anda untuk memutuskan mau menggunakan jenis bohlam yang mana.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

5. Terapkan Cara Berkendara Aman

Foto mengemudi sendirian di malam hari

Utamakan selamat, jangan ugal-ugalan meski lalu lintas lengang

Hal terakhir yang bisa Anda lakukan saat mengemudi mobil malam hari adalah menerapkan cara berkendara yang aman. Apa sajakah itu?

  • Tidak mengantuk saat menyetir. Jika mengantuk atau kelelahan, memang lebih baik menepi dan beristirahat. Anjurannya adalah menyetir dua jam, istirahat 10-15 menit.
  • Perhatikan pengemudi lain di depan Anda, baik yang sejalur maupun yang tidak selajur, terutama di jalanan yang tak memiliki pembatas.
  • Tetap perhatikan batas kecepatan. Umumnya, pengemudi cenderung menginjak pedal gas dalam-dalam jika mengemudi sendirian malam hari. Ingat, jika Anda terlalu ngebut, Anda mungkin tidak memiliki kesempatan menginjak rem ketika ada pengguna jalan lain yang tiba-tiba muncul. Itulah kenapa, kendarai mobil di batas aman kecepatan saja.
  • Gunakan jalur putih sebagai patokan saat berkendara di malam hari, karena titik buta pengemudi mobil akan meningkat di malam hari.
  • Enjoy. Ya biar bagaimanapun Anda tetap harus menikmati saat-saat mengendarai mobil walaupun di malam hari.

>>> Tetap Aman di Jalan, Berikut Tips Mengemudi di Musim Hujan Ala Adira Insurance

 Foto rest area malam hari

Jangan paksakan diri terus mengemudi bila sudah mengantuk, manfaatkan rest area untuk istirahat

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Berita sama topik

International