Ingat Lagi, Tidur Di Mobil Dengan Mesin Dan AC Menyala Berisiko Besar

25/01/2019| Fatchur Sag

Tidur masih menjadi satu-satunya 'obat' paling mujarab saat tubuh kelelahan dan mata mulai mengantuk. Dengan tidur tubuh menjadi lebih segar sehingga bisa melakukan aktifitas apapun dengan lebih fokus dan konsentrasi seperti saat mengemudi. Buruknya, sebagian besar orang Indonesia masih banyak yang memilih tidur di mobil dengan mesin dan AC menyala ketimbang mampir di rest area. Mereka tidak menyadari atau cenderung mengabaikan risiko besar yang mengintai.

Foto seorang wanita tidur di mobil

Tidur di mobil dengan mesin menyala sangat tidak direkomendasikan

Perlu diketahui saat mesin mobil menyala mobil mengeluarkan gas buang yang berisi zat-zat kimia seperti gas CO atau karbon monooksida, CO2 atau karbon dioksida, NOx senyawa nitrogen oksida, HC berupa senyawa Hidrat arang serta partikel lepas yang lain. Zat-zat tersebut terutama karbon monoksida dan karbon dioksida sangat berbahaya bila sampai terhirup makhluk hidup. Karbon monoksida mengalahkan oksigen dan dapat mengakibatkan keracunan sistem saraf pusat dan jantung. Saat orang memilih tidur di mobil dengan mesin menyala berarti dia menghadapkan diri pada bahaya besar. Kalau sampai terjadi kebocoran lalu gas masuk ke ruang kabin dan terakumulasi dalam jumlah besar, orang bisa mati lemas kehabisan oksigen.

>>> Inilah Obat Paling Ampuh Usir Ngantuk Saat Menyetir

Sebagai contoh kasus yang terjadi di area parkir Bandara Soekarno Hatta pada 27 April 2018 lalu. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam Daihatsu Xenia. Saat ditemukan posisinya masih terduduk di balik kemudi, sementara mesin mobil dan AC menyala serta mobil tertutup rapat.

Kasus lain terjadi di Kampung Jaya Baru Kinabatangan Sabah Malaysia pada 10 Oktober 2018 lalu. Dua remaja ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Perodua Myvi yang diparkir di jalanan kampung. Awalnya dua pria tersebut disangka hanya rebahan di kursi depan sebab mesin masih hidup. Polisi setempat yang kemudian menerima panggilan darurat bersama dengan petugas pemadam kebakaran berhasil mengeluarkan keduanya dengan cara memecahkan kaca mobil untuk membuka pintu. Sayang keduanya sudah tidak bernyawa karena keracunan gas.

"Faktanya hanya butuh 1 jam untuk seseorang mati lemas bila kadar oksigen di dalam kabin menurun, yang disebabkan oleh meningkatnya akumulasi karbon monoksida di kabin," tutur Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center sebagaimana dikutip dari Kompas, Senin (21/1/2019).

>>> Target Populasi Mobil Rendah Emisi 20 Persen Tahun 2025, Toyota Bilang Bisa Lebih

Foto seorang pria ditemukan meninggal di mobil di area parkir bandara Soekarno Hatta

Tidur di mobil dengan mesin menyala bisa berujung pada kematian

Lalu bagaimana jika benar-benar mengantuk saat mengemudi?

Solusi paling aman adalah berhenti di rest area, atau tempat-tempat yang sering digunakan sebagai rest area seperti SPBU dan rumah makan, lalu keluar dari mobil dan cari ruang untuk tidur. Meski tidak selama saat di rumah, tidur di rest area sudah cukup untuk mengembalikan stamina dan kondisi tubuh menjadi lebih segar.

Jika terpaksa tidur di mobil, pastikan tempat berhentinya aman. Buka sedikit kaca jendela dan matikan mesin mobil. Tentu saja jangan sampai ada barang-barang berharga seperti laptop, smartphone, tas atau dompet terlihat dari luar sebab bisa memicu datangnya tindak kriminal.

>>> Tips Supaya Aman dan Nyaman Saat Tidur Di Dalam Mobil

Foto rambu-rambu rest area

Kalau mengantuk, sebaiknya mampir ke rest area dan beristirahat

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Berita sama topik

International