Sering Tak Digubris, Ini 8 Potensi Bahaya Truk ODOL

10/10/2019 | Fatchur Sag

Maksud hati mendulang keuntungan sebanyak-banyaknya, perilaku over dimension and overload (ODOL) justru kerap menimbulkan kerugian. Tidak hanya bagi pengusaha jasa maupun kliennya, tapi juga pihak lain yang bahkan tidak ada hubungannya sama sekali. Seperti kecelakaan besar di Tol Cipularang 2 September 2019 yang melibatkan sekitar 20 kendaraan. Selain dua truk pengangkut tanah yang diduga jadi pemicu kecelakaan, kendaraan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan truk ODOL turut jadi korban dan dirugikan.

Secara kasat mata truk ODOL memang meminimalisir biaya operasional karena angkutan yang seharusnya diangkut 3 kali bisa diangkut hanya sekali, atau yang seharusnya 5 kali bisa diangkut 3 kali. Namun, dibalik semua itu ada konsekuensi yang harus ditanggung. Menurut Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), paling tidak ada 8 potensi bahaya truk ODOL yang semuanya bisa berimbas merugikan orang lain.

1. Memperbesar blind spot

Area blind sport, pengemudi tidak melihat apapun

Blind spot, area buta bagi pengemudi sekaligus area berbahaya bagi pengendara lain

Makin panjang dan lebar dimensi kendaraan, atau makin gendut muatan melebihi bak, makin besar pula area buta kendaraan. Secara otomatis pula penglihatan pengemudi terhadap objek sekeliling makin minim. Hal ini menimbulkan potensi bahaya yang lebih besar karena pengemudi bisa saja tidak menyadari kendaraannya menyerempet kendaraan lain.

"Blind spot ada di depan, belakang, kanan kiri karena pilar A. Saat over dimension artinya bidang pandang tambah terbatas, pengemudi jadi seperti pakai kaca mata kuda," tutur Justri. "Saya tidak yakin pengemudi paham soal itu, dan bahkan pengendara umum yang jadi ancaman juga sadar hal itu. Sudah dimensi besar ditambah extended plus overload, kemampuan penglihatakan juga minim, ini sudah jadi tukang jagal di jalan," tambahnya.

>>> Sering Picu Kecelakaan, Ini 9 Cara Pemerintah Menghabisi Hidup Truk ODOL

2. Ruang gerak terbatas

Foto menunjukkan Truk terlalu panjang

Bodi terlalu besar membutuhkan area luas untuk bermanuver

Dengan dimensi berlebih dan muatan tinggi atau gendut, pergerakan truk ODOL makin terbatas sehingga hanya di lokasi-lokasi lapang saja yang bisa dilalui. Bahkan untuk mengisi BBM terkadang tidak bisa dilakukan di setiap SPBU karena bodi kendaraan yang terlalu panjang atau lebar.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

3. Bagian depan mudah terangkat

Foto Truk dengan bagian depan terangkat

Beban di belakang terlalu berat

Penambahan dimensi panjang bak ke belakang di bagian overhang atau muatan berlebih di bak belakang membuat potensi ban depan terangkat makin besar. Bahkan tidak hanya bannya saja, tapi juga kepala truk juga terangkat. Terutama jika melewati jalanan menanjak. Risiko berikutnya kemungkinan besar muatan bakal tumpah lalu bagian depan mobil terbanting keras.

>>> Kecelakaan Tol Cipularang, Biar Tak Terulang KNKT Minta Pemerintah Tak Pakai Truk ODOL untuk Seluruh Proyek

4. Pengereman tidak maksimal

Foto truk besar melaju di tikungan

Pengereman harus dimulai dari jarak jauh

Beban yang berlebih menuntut rem bekerja lebih keras dan makin panas. Efeknya, pengereman lebih panjang dan yang terburuk sistem pengereman mengalami kegagalan alias blong saat melintasi turunan. Ini pula yang diduga menyebabkan dua truk pengangkut tanah gagal mengerem dan memicu kecelakaan besar di Tol Cipularang, 2 September 2019.

Bukan melulu di jalanan menurun panjang, pengereman berat juga bisa dialami truk ODOL saat melintasi turunan pendek namun dengan kemiriringan cukup tajam.

5. Miring dan terbalik saat menikung

Foto Mobil miring kelebihan muatan

Hati-hati menyalip di tikungan, bisa tertimpa kendaraan

Muatan yang turut bergerak karena terlalu tinggi atau terlalu gendut turut meningkatkan gaya sentrifugal saat mobil melaju kencang di jalanan menikung. Akibatnya mobil terangkat oleh bebannya sendiri dan terbalik ke luar. Begitu pula saat mobil berjalan pelan, muatan bisa memperbesar gaya sentripetal yang berakibat sama, mobil terangkat dan terbalik ke dalam.

So, hati-hati buat kendaraan lain yang mengekor di belakang truk ODOL, sebaiknya jangan menyalip di tikungan baik dari sisi dalam maupun sisi luar. Anda bisa tergencet kalau tiba-tiba truk terbalik.

>>> Hati-Hati, Kurangi Kecepatan Saat Melintas di Tikungan Tajam

6. Tidak kuat menanjak

Foto Truk tidak kuat menanjak

Sudah gas pol tetap tak bergerak

Tidak kuat menanjak merupakan potensi bahaya truk ODOL yang kerap terjadi. Saat beban terlalu berat, kemiringan tanjakan terlalu tajam dan tenaga kendaraan tidak kuat menanggung beban, truk akhirnya mogok karena tidak kuat menanjak. Masih mendingan jika hanya mogok, kalau sampai bagian depan terangkat dan muatan tumpah bisa sangat merugikan. Begitu pula jika sampai kendaraan meluncur ke belakang, akibatnya bisa saja mencelakakan pengguna jalan lain di belakang.

7. Kendaraan rusak di tengah jalan

Foto Truk patah sasis, jadi tak bisa bergerak

Harus keluar biaya besar untuk memperbaiki kerusakan

Paling sering ditemui yaitu sasis bengkok atau patah karena berat muatan jauh melebihi daya angkut maksimal sasis. Belum lagi kalau terjadi ban meletus dan yang lain.

>>> Ini Alasan SUV Sasis Monokok Lebih Asyik Diajak Bermanuver

8. Menimbulkan pergerakan angin besar

Foto mobil kecil siap menyalip truk

Berpapasan dengan truk besar, bisa oleng kayak ditiup

Paling berbahaya saat melintasi terowongan, bodi besar truk menimbulkan pergerakan angin samping yang cukup besar. Di luar terowongan pun demikian, truk besar biasanya menghembuskan angin yang cukup besar ke bagian samping. Potensi bahayanya bisa menyebabkan kendaraan kecil baik mobil kecil maupun sepeda motor yang berpapasan agak dekat oleng dan terdorong keluar jalur.

Dari semua potensi besar truk ODOL di atas, hampir semuanya berimbas pada kerugian materi. Misal jika truk mengalami patah sasis, berarti harus keluar biaya tambahan untuk memperbaiki atau mengganti dengan yang baru.

Terlebih lagi jika sampai memicu kecelakaan, bukan hanya materi saja yang dirugikan, tapi juga menimbulkan kerugian jiwa yang nilainya lebih besar.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Berita sama topik