Hindari Aji Mumpung Saat Mudik Lebaran Biar Bisa Balik Ke Kota

03/06/2019 Fatchur Sag Pengemudian mobil

Mudik lebaran sering jadi kesempatan sebagian pemudik untuk melampiaskan kebahagiaan secara berlebihan. Ini kurang baik dan sebaiknya anda hindari, sebab aji mumpung bisa berdampak buruk pada kenyamanan dan keselamatan. Kok bisa?

Tak ada yang lebih membahagiakan saat lebaran selain bisa berkumpul bersama keluarga dan orang-orang tercinta dalam kondisi selamat, sehat wal afiyat. Karenanya aktivitas mudik lebaran sangat dinanti dan tetap dilakoni meski harus menghadapi berbagai tantangan. Nah, bagi Anda yang mudik lebaran sebaiknya selalu prioritaskan keselamatan dan kesehatan agar bisa balik lagi ke kota saat libur lebaran usai.

Berikut 3 hal yang harus Anda perhatikan saat libur lebaran dari sejak perjalanan mudik ke kampung halaman hingga masa liburan habis dan balik ke kota:

1. Utamakan keselamatan di perjalanan

Menempuh perjalanan panjang saat mudik membutuhkan perjuangan dari sejak keberangkatan hingga tiba di kampung halaman. Anda perlu mempersiapkan diri agar perjalanan tidak menemukan hambatan berarti. Bagi Anda yang menggunakan mobil pribadi atau sepeda motor pastikan semua fitur dan komponen kendaraan berfungsi dengan baik.

>>> Jangan Paksa Mobil LCGC Buat Mudik Jarak Jauh

Foto menunjukkan rambu-rambu batas kecepatan di jalan tol Batang-Semarang

Selalu patuhi batas kecepatan saat berkendara di jalan tol

Hindari hal-hal yang memperbesar potensi buruk saat di perjalanan seperti memaksakan terus mengemudi dalam kondisi mengantuk, kelebihan muatan, atau mengemudi ugal-ugalan. Jangan aji mumpung, mentang-mentang liburan panjang semua barang yang ada dimiliki sampai barang-barang yang tidak penting. Jangan aji mumpung pula di jalan tol, mentang-mentang jalanan lengang lalu memacu mobil melebihi batas kecepatan maksimal yang diizinkan.

Risiko besar mengancam kalau sampai terjadi kecelakaan, bisa saja Anda tidak lebaran dengan bahagia dan tidak bisa balik ke kota lagi usai liburan habis.

>>> Klik di sini untuk mengetahui informasi tentang review Mobil terlengkap

2. Jangan kemaruk saat lebaran di kampung halaman

Idul Fitri identik juga dengan aneka macam makanan dan minuman. Beragam olahan makanan dibuat sebagai persiapan menjamu saudara saat mereka bersilaturahim. Di rumah juga demikian, sebagai tuan rumah Anda pasti mempersiapkan beragam menu makanan untuk sajian tamu yang datang ke rumah. Sayang, salah satu kebiasaan buruk di hari spesial ini bagi kebanyakan orang adalah kemaruk alias aji mumpung alias tidak mengontrol pola makan.

Foto menunjukkan seseorang sedang makan dengan lahapnya

Lebaran bukan berarti harus berlebihan

>>> Mudik Lebaran : Bawa Bekal Makanan Dan Minuman Secukupnya

Perilaku ini sangat tidak baik, setelah satu bulan berpuasa menahan lapar dan harus di siang hari lalu tiba saatnya berlebaran pencernaan dalam tubuh memerlukan adaptasi ulang. Belum lagi berbagai makanan lebaran yang tersaji banyak yang bersantan, berlemak, berminyak, dan pedas bisa memicu datangnya berbagai penyakit seperti kolesterol, darah tinggi, diabetes hingga sakit perut. Jika sampai benar-benar sakit lalu harus menjalani perawatan Anda bakal tak bisa balik ke kota lagi.

Makanya umat muslim disunnatkan melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawwal setelah tanggal 1 Syawwal. Selain bernilai ibadah, puasa enam hari di bulan Syawwal bermanfaat bagi kesehatan, utamanya membantu mengontrol pola makan.

3. Kontrol keuangan

Ini bagian tak kalah penting untuk diperhatikan. Lebaran Idul Fitri ibarat 'mantu (sing dieman-eman metu)', ada banyak sekali pengeluaran bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya kurang begitu penting tapi 'dipenting-pentingkan'. Berapapun bekal uang yang Anda bawa untuk keperluan mudik, kalau Anda tidak bisa mengontrol pengeluaran Anda bakal kerepotan di kemudian hari dan bisa jadi Anda kesulitan buat balik ke kota lagi.

>>> Ini Keunggulan Mobil Warna Putih Dibanding Warna Yang Lain

Foto menunjukkan seseorang sedang memeriksa isi dompetnya

Rencanakan pengeluaran dengan bijak

Anda harus bisa memilah-milah pos-pos yang memerlukan biaya dan memprioritaskan mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan. Sebagai contoh berikut pos-pos yang butuh biaya saat mudik lebaran:

  • Biaya perjalanan saat mudik dan balik ke kota seperti beli tiket, sewa mobil, BBM hingga biaya makan di perjalanan.
  • Keperluan lebaran di rumah seperti membayar zakat fitrah, membeli baju baru seperlunya, hidangan tamu, dan perlengkapan rumah tangga yang benar-benar dibutuhkan seperti mengganti lampu yang mati, membeli peralatan dapur, perlengkapan kamar mandi dan yang lain.
  • Pengeluaran sosial, seperti biaya transportasi silaturahim ke rumah saudara serta buah tangan, iuran pembangunan fasilitas ibadah dan sarana umum di kampung, pecahan kecil buat dibagi-bagi ke anak-anak dan keponakan serta kegiatan sosial yang lain.
  • Wisata. Meski bukan kewajiban, berwisata sering masuk dalam daftar rencana kegiatan saat libur lebaran. Berapa biaya yang diperlukan untuk wisata tergantung kemana destinasi yang Anda tuju, pakai kendaraan apa, berapa orang yang Anda bawa, menginap dimana, dan yang lain.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Foto menunjukkan keramaian tempat wisata water park di  Madiun Jawa Timur

Libur lebaran sering digunakan buat berwisata

Dengan banyaknya pos yang membutuhkan biaya saat mudik lebaran, Anda harus bijak menentukan prioritas. Jangan aji mumpung, berlebihan hingga mengalokasikan biaya untuk hal-hal yang sama sekali tidak penting.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Mungkin anda ingin baca

  • Menempel Stiker Di Kaca Depan, Pengemudi Bisa Kena Denda Rp 17 Jutaan
    Pengemudian mobil Fatchur Sag

    Menempel Stiker Di Kaca Depan, Pengemudi Bisa Kena Denda Rp 17 Jutaan

    22/08/2019

    Menempel stiker di kaca depan mobil bukan hal aneh bagi para pengendara. Tapi di Inggris hal tersebut bisa jadi masalah. Alih-alih tambah keren, pemilik mobil yang ketahuan pasang stiker di kaca depan bisa didenda hingga 1.000 Poundsterling atau setara Rp 17,2 juta.

  • Beda Fungsi Fog Lamp dan DRL, Penting Mana?
    Pengemudian mobil Fatchur Sag

    Beda Fungsi Fog Lamp dan DRL, Penting Mana?

    21/08/2019

    Ada banyak jenis lampu pada mobil dari yang wajib seperti head lamp, sein, dan lampu rem, hingga yang tidak wajib seperti fog lamp (lampu kabut), Daytime Running Light (DRL), high mount stop lamp hingga Mirror Turn Signal Lights atau lampu sein pada spion. Masing-masing memiliki fungsi dan manfaat sendiri. Fog lamp dan DRL tidak perlu dinyalakan bebarengan karena keduanya beda fungsi. Lalu mana yang lebih penting menyalakan fog lamp atau DRL?

  • Berkendara di Jalan Sepi, Ini Tips Sederhana Biar Tidak Dibegal
    Pengemudian mobil Fatchur Sag

    Berkendara di Jalan Sepi, Ini Tips Sederhana Biar Tidak Dibegal

    12/08/2019

    Akan lebih baik jika Anda menghindari berkendara di jalan sepi karena risiko kejahatan sering kali mengintai. Namun jika keadaan memaksa Anda harus melintasinya, sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut agar Anda tidak jadi korban.