Jangan Paksa Mobil LCGC Buat Mudik Jarak Jauh

02/06/2019 | Fatchur Sag

Dikenal sebagai mobil murah, mobil LCGC dibuat untuk mengakomodir kebutuhan konsumen akan sarana transportasi dengan harga terjangkau. Namun, ibarat ungkapan 'ada uang ada barang', sudah tentu karena harganya yang murah, mobil LCGC tidak memiliki kualitas yang lebih baik selayaknya MPV atau SUV baik dari sisi material produksi, kapasitas mesin hingga berbagai fitur kelengkapan.

Foto Toyota Calya menaklukkan tanjakan

Toyota Calya, mobil LCGC paling laris di Indonesia

Di masa mudik seperti saat ini kebutuhan sarana transportasi untuk pulang kampung meningkat sangat tajam. Mobilitas kendaraan juga makin tinggi karena harus menempuh perjalanan jauh dari tempat dia merantau hingga kampung halaman. Tentu ada yang harus diperhatikan bagi pemilik mobil LCGC jika ingin mudik dengan mobil kesayangan.

>>> Klik di sini untuk mengetahui informasi tentang review Mobil terlengkap

Pertama; harus dipahami kalau mobil LCGC masuk kategori mobil kota yang lebih cocok untuk kawasan perkotaan atau menempuh perjalanan jarak pendek, bukan mobil MPV atau SUV. Dengan begitu pemilik tidak memaksakan diri menggunakan mobilnya untuk mudik jarak jauh baik itu lewat jalan tol seperti Tol Trans Jawa atau lewat jalur biasa.

"Kan memang mobil itu (LCGC) diproduksi dengan kemampuan terbatas, artinya memang city car gradenya, bahasanya untuk perkotaan," tutur Sony Susmana, Director Training Safety Driving Consultant Indonesia (SDCI), sebagaimana dikutip dari Detik, Jumat (31/5/2019).

>>> Tabloid OTOMOTIF Nobatkan All New Honda Brio Sebagai LCGC Dan City Car Terbaik

Kedua; jika tak ada pilihan lain dan harus menggunakan mobil LCGC, sebaiknya pemilik tidak memaksakan diri melebihi batas kemampuan kendaraan baik dari sisi muatan maupun kecepatan. Jangan mentang-mentang mudik cuma satu kali misalnya, lalu membawa barang bawaan terlalu banyak hingga tak muat di bagasi dan ditampung di bagian atap. Atau menggeber mobil di jalan tol seperti membawa sedan atau SUV. "Boleh saja mudik bawa mobil itu tapi itu mobil kemampuan terbatas kan, jangan dipaksa kalau ngga makin pendek durabilitynya," kata Sony.

Honda Brio mendongkrak penjualan Honda di Indonesia

Ketiga; mobil LCGC memiliki kelemahan umum di bagian kaki-kaki jika dipakai untuk perjalanan jauh seperti ban standar yang harganya murah. Mengganti ban bawaan dengan ban merek lain yang lebih berkualitas bisa saja memicu pengeluaran lain seperti penggantian suspensi, pelek dan yang lain yang sudah pasti jadi lebih besar. "Bannya saja murah kalau mau modfikasi juga harus modifikasi kaki-kaki, suspensi, gardan, velg dan sebagainya. Bakal besar biayanya untuk mudik," jelas Sony.

Menurut Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Isao Sekiguchi, mobil LCGC bisa digunakan untuk perjalanan panjang seperti mudik jarak jauh ke kampung halaman dengan syarat mobil sudah melalui general check up di bengkel resmi dan dinyatakan sehat. "Menurut saya, itu tidak masalah. Asalkan, konsumen LCGC menggunakan suku cadang yang asli, terutama pada komponen-komponen yang sifatnya critical," kata Isao di Jakarta, belum lama ini. "Saran saya, datanglah ke bengkel resmi untuk maintenance check, meskipun itu hanya sesekali. Jika ada yang beranggapan ke bengkel resmi itu mahal, setidaknya datanglah selama masa garansi berlaku," lanjutnya.

>>> Pertamina Siaga Mudik, Lebih Dari 200 Motoris dan 99 Titik Kios Pertamina Disiagakan

Tampilan menarik Mobil LCGC Datsun Go dan Go+

Tidak selaris yang lain, mobil LCGC Datsun tetap dipertahankan

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Berita sama topik