Pengamat: Pengolahan Limbah Baterai Kendaraan Listrik Bisa Dilakukan di Indonesia

20/08/2019 | Fatchur Sag

Salah satu yang tidak bisa diabaikan dari elektrifikasi otomotif adalah limbah baterai kendaraan listrik di masa mendatang. Ini pula yang jadi sorotan banyak kalangan terkait dimulainya elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia. Dalam beberapa tahun ke depan setelah kendaraan listrik diluncurkan, 'sampah' baterai bakal jadi permasalahan serius terhadap lingkungan.

>>> Punya Mobil Listrik Di Berbagai Negara, Mercedes-Benz Buang Sampah di Belgia

Foto Baterai pada mobil listrik DFSK Glory E3

Baterai kendaraan listrik punya batas usia pemakaian

Menurut pengemat otomotif Yannes Pasaribu, sistem pengolahan limbah baterai kendaraan listrik secara teori bukan hal yang terlalu rumit mengingat beberapa negara telah menanganinya secara serius seperti di Jepang dan beberapa negara di Eropa. Indonesia tinggal berkaca kepada mereka dan menerapkannya di dalam negeri. Dari sisi akademis, penelitian juga membuktikan bahwa baterai kendaraan listrik bisa dimanfaatkan ulang untuk keperluan lain.

"Limbah baterai secara akademis sudah ada solusinya. Pemerintah, bangunlah business model yang baru," tutur Yannes seperti dikutip dari Liputan6.com, (13/8/2019). "Secara laboratorium, limbah baterai sudah bisa didaur ulang, bahkan hingga 95% reusable. Dukunglah hilirisasi riset tersebut agar bisa layak secara keekonomian," tambahnya.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Foto Perusahaan pengolah baterai listrik, Umicore di Belgia

Umicore Belgia, salah satu perusahaan pengolahan sampah baterai kendaraan listrik terbaik di dunia

Yannes menambahkan untuk keperluan daur ulang limbah baterai kendaraan listrik tidak perlu dilakukan di luar negeri. Salah satu perguruan tinggi di Indonesia yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS) sudah mengembangkan teknologinya dalam skala laboratorium. Tinggal bagaimana pemerintah memfasilitasi secara maksimal hingga bisa dimanfaatkan secara umum. "Sudah berhasil dikembangkan sekali lagi oleh UNS, bukan luar negeri. Dalam skala laboratorium," katanya.

>>> Trauma Mati Listrik, Mobil Hybrid Lebih Layak Diprioritaskan?

>>> Beragam berita informatif dunia otomotif hanya di Mobilmo

Berita sama topik