Bulan April 2020, Penjualan Daihatsu Hanya Laku 5.200 unit

18/05/2020| Fatchur Sag

Sektor otomotif menjadi salah satu yang terdampak pandemi virus Corona (COVID-19). Menyusul dihentikannya aktivitas produksi seluruh pabrik, permintaan pasar juga ikut menurun. Diungkap oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) penjualan mobil pada bulan April 2020 hanya sebanyak 24.300 unit, turun 59,8 persen dibandingkan Maret 2020 yang mencapai 60.447 unit. Semua merek mengalami penurunan penjualan, termasuk PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Foto menunjukkan deretan mobil Daihatsu

Line up unggulan Daihatsu

Berdasarkan data yang dilaporkan ke media, penjualan Daihatsu secara retail (dari diler ke konsumen) pada bulan April mengalami penurunan sebesar 52,9 persen. Daihatsu hanya membukukan penjualan sebanyak 5.200 unit, dari sebelumnya terjual 10.946 unit pada bulan Maret 2020.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Menurut Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk. Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, dari jumlah sebanyak itu, Xenia mengalami penurunan paling besar.

"Kita lihat yang paling banyak mengalami penurunan memang adalah Xenia, market LMPV di pasar Indonesia menurut catatan saya adalah juga yang paling besar di Indonesia. Penurunan market low MPV adalah sekitar 35 persen, sehingga wajar Xenia yang ada di LMPV mengalami penurunan yang besar juga," tutur Hendrayadi Lastiyoso saat media briefing virtual, Kamis (14/5/2020).

>>> Manfaatkan Momen Di Rumah Aja, Daihatsu Gelar Youtube Video Competition

Foto menunjukkan All New Daihatsu Terios

Daihatsu Terios masih punya banyak peminat

Dengan tambahan di bulan April, penjualan Daihatsu sepanjang 2020 kini mencapai 44.300 unit. Angka itu lebih kecil 26,9 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 yang terjual sekitar 60.000 unit. Meski turun, secara market penjualan tersebut meningkat dari sebelumnya 17,8 persen menjadi 18,2 persen dari volume retail sales nasional 243.634 unit.

Model terlaris

Hingga saat ini Daihatsu Sigra menempati urutan pertama model Daihatsu paling laris dibeli konsumen. Sepanjang Januari-April 2020 LCGC 7 penumpang ini telah terjual sebanyak 12.868 unit dan berkontribusi sebesar 29 persen terhadap seluruh penjualan Daihatsu.

>>> Menjadi Runner Up, Daihatsu Dukung Penuh Penjualan Toyota

Daihatsu Sigra masih yang terlaris

Di peringkat kedua ada Gran Max (PU) yang terjual sebanyak 8.805 unit (19,9 persen), Terios sebanyak 7.131 unit (16,1 persen), dan Ayla sebanyak 5.332 unit (12,0 persen). Di belakang Ayla ada Xenia yang terjual sebanyak 5.092 unit (11,5 persen), dan Gran Max (MB) 3.911 unit (8,8 persen). Sedangkan untuk model Daihatsu yang lain yaitu Luxio dan Sirion terjual sebanyak 1.207 unit (2,7 persen).

>>> Beragam berita informatif dunia otomotif hanya di Mobilmo

Berita sama topik

  • BMW Jadi Merek Mobil Premium Terlaris Di Indonesia Dalam 7 Bulan Pertama 2020

    15/08/2020| Abdul

    BMW Jadi Merek Mobil Premium Terlaris Di Indonesia Dalam 7 Bulan Pertama 2020

    BMW Indonesia klaim dirinya jadi merek mobil premium terlaris di Indonesia dalam 7 bulan pertama di tahun 2020 ini. Penjualan yang dicapainya adalah 1.034 unit mobil. Tentunya hal tersebut menjadi berita yang menggembirakan untuk pihak BMW, mengingat di tahun ini terjadi pandemi virus corona (Covid-19).

  • Penjualan Mobil Honda Bulan Juli 2020 Naik 62%, Brio Satya Jadi Penopang

    14/08/2020| Abdul

    Penjualan Mobil Honda Bulan Juli 2020 Naik 62%, Brio Satya Jadi Penopang

    Hingga saat ini pandemi virus Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Beberapa sektor perekonomian di Tanah Air masih terdampak, begitu juga soal penjualan mobil. Kali ini kami akan membahas tentang penjualan mobil Honda, yang mana di bulan juli mengalami kenaikan sebesar 62%.

  • Hadirkan Mobil Baru Saat Pandemi, Ini Alasan Toyota

    13/08/2020| Abdul

    Hadirkan Mobil Baru Saat Pandemi, Ini Alasan Toyota

    Toyota Astra Motor menghadirkan mobil baru saat pandemi. Ada tanggapan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang nekat, namun terdapat alasan Toyota melakukan hal tersebut. Bahkan pihak Toyota juga terdapat perhitungan sendiri.

International