Survey Membuktikan Pengemudi Lanjut Usia Lebih Berbahaya

31/01/2019 Fatchur Sag Pengemudian mobil

Belum ada aturan yang membatasi usia maksimal seseorang boleh mengemudi. Namun sepertinya layak dipertimbangkan sebab survey membuktikan pengemudi lanjut usia lebih berbahaya dan memiliki potensi kecelakaan lebih besar.

Foto seseorang sedang mengemudi

Pengemudi kendaraan bermotor harus memiliki Surat Izin Mengemudi

Surat Izin Mengemudi atau SIM diwajibkan sebagai bukti bahwa pengemudi secara hukum layak mengemudi kendaraan bermotor di jalan raya. Dalam proses pembuatannya SIM memiliki banyak persyaratan. Selain pemohon harus benar-benar bisa mengendarai kendaraan bermotor dan mengerti segala macam rambu-rambu lalu lintas, juga diwajibkan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Karenanya berbagai test kesehatan dilakukan sebelum SIM diterbitkan.

Dalam hal usia, di Indonesia batas minimal seseorang bisa memiliki SIM adalah 17 tahun sesuai aturan yang tertulis dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 81 Ayat 2. Di situ disebutkan syarat usia ditentukan paling rendah adalah usia 17 (tujuh belas) tahun untuk Surat Izin Mengemudi A, Surat Izin Mengemudi C, dan Surat Izin Mengemudi D; usia 20 (dua puluh) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B I; dan usia 21 (dua puluh satu) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B II.

>>> Di Negara Ini Tak Boleh Mengemudi Kendaraan Bermotor Kalau Tidak Punya Asuransi Jiwa

Tidak ada batas usia maksimal seseorang bisa memiliki SIM tertulis di situ alias seseorang diizinkan mengemudi hingga lanjut usia asal masih memenuhi syarat kepemilikan SIM, yakni sehat jasmani dan rohani serta memiliki keterampilan mengemudi yang mumpuni. Meski demikian sebuah penelitian mengungkap sebagian besar orang yang memasuki lanjut usia (lansia) mengalami penurunan dalam hal kesehatan dan keterampilan mengemudi. Saat berada di balik kemudi, lansia bisa menjadi pengemudi yang lebih berbahaya ketimbang pengemudi yang lain.

Foto sekolah mengemudi Omega

Perlu jam terbang tinggi untuk jadi pengemudi handal

Penelitian yang dilakukan para psikolog dari Nottingham Trent University mendapati para lansia yang sehat memiliki kecepatan dalam memproses satu informasi visual yang sama dengan usia 18 - 30 tahun. Namun saat fokus terganggu mereka kesulitan mengembalikan konsentrasi. Ini sangat berbahaya saat terjadi ketika sedang mengemudi dimana membutuhkan koordinasi antara kesiapan gerak tubuh, pandangan, dan ketajaman pikiran.

>>> Klik di sini untuk mengetahui informasi tentang review Mobil terlengkap

"Orang yang lebih tua (lansia) memiliki penglihatan yang tiga kali lebih lambat daripada orang yang lebih muda saat menghadapi gangguan, hal ini yang bisa membuat mereka menjadi pengemudi yang lebih berbahaya," tutur kata seorang Psikolog dari Nottingham Trent University, Dr Duncan Guest seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.

Pembahasan mengemudi orang lanjut usia ini mengemuka setelah kejadian kecelakaan yang menimpa Pangeran Philip. Suami dari Ratu Inggris Elizabeth II berusia 97 tahun ini mengalami kecelakaan saat mengemudikan Land Rover Freelander pada Kamis (17/1/2019) lalu. Mobilnya terguling setelah telibat tabrakan dengan sebuah KIA yang yang ditumpangi 2 orang perempuan dan satu bayi laki-laki. Meski tidak mengakibatkan cedera parah dan Pangeran kembali di balik kemudi 48 jam setelahnya, namun peristiwa tersebut cukup membuat shock istana Buckingham.

>>> Kenali Bahaya Tailgating di Jalan Raya dan Jangan Lakukan!

Foto Pangeran Philip dan mobilnya yang terguling

Diusia yang ke 97, Pangeran Philip masih mengemudi

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya

Mungkin anda ingin baca

  • Menempel Stiker Di Kaca Depan, Pengemudi Bisa Kena Denda Rp 17 Jutaan
    Pengemudian mobil Fatchur Sag

    Menempel Stiker Di Kaca Depan, Pengemudi Bisa Kena Denda Rp 17 Jutaan

    22/08/2019

    Menempel stiker di kaca depan mobil bukan hal aneh bagi para pengendara. Tapi di Inggris hal tersebut bisa jadi masalah. Alih-alih tambah keren, pemilik mobil yang ketahuan pasang stiker di kaca depan bisa didenda hingga 1.000 Poundsterling atau setara Rp 17,2 juta.

  • Beda Fungsi Fog Lamp dan DRL, Penting Mana?
    Pengemudian mobil Fatchur Sag

    Beda Fungsi Fog Lamp dan DRL, Penting Mana?

    21/08/2019

    Ada banyak jenis lampu pada mobil dari yang wajib seperti head lamp, sein, dan lampu rem, hingga yang tidak wajib seperti fog lamp (lampu kabut), Daytime Running Light (DRL), high mount stop lamp hingga Mirror Turn Signal Lights atau lampu sein pada spion. Masing-masing memiliki fungsi dan manfaat sendiri. Fog lamp dan DRL tidak perlu dinyalakan bebarengan karena keduanya beda fungsi. Lalu mana yang lebih penting menyalakan fog lamp atau DRL?

  • Ini Kendaraan Yang Tidak Terpengaruh Aturan Ganjil Genap
    Pengemudian mobil Fatchur Sag

    Ini Kendaraan Yang Tidak Terpengaruh Aturan Ganjil Genap

    09/08/2019

    Selain membatasi usia mobil yang boleh beredar di Jakarta, Instruksi Gubernur (InGub) DKI, Anies Baswedan soal pengendalian kualitas udara juga mengatur volume kendaraan yang melintas dengan sistem ganjil genap. Hanya saja tidak semua kendaraan terkena aturan ini, ada beberapa kendaraan yang tidak terpengaruh aturan ganjil genap sehingga bebas melintas di kawasan manapun.