SPK Wuling Meledak, Gara-Gara WIND?

01/08/2019 | Fatchur Sag

Tidak pernah diduga kalau SPK Wuling bakal jauh melebihi target yang dicanangkan di awal mengikuti pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang digelar 18-28 Juli 2019 lalu. Hasil akhir dirilis oleh Wuling Motors (Wuling) jika mereka mendapatkan 1.608 Surat Pemesanan Kendaraan selama pameran berlangsung atau alias jauh lebih besar dari target awal 1.200 SPK.

Foto pengunjung GIIAS 2019 mengerumuni Wuling Almaz 7 seater

Teknologi WIND pada Wuling Almaz bikin orang penasaran

Pihak Wuling menuturkan kesuksesannya mencatatkan SPK tertinggi sepanjang mengikuti pameran otomotif di Indonesia tak lepas dari keputusan menghadirkan Smart Technology SUV, Almaz dengan inovasi Wuling Indonesian Command (WIND).

“Kami berterima kasih atas antusiasme pengunjung selama berlangsungnya GIIAS 2019 dan sambutan hangat terhadap varian terbaru Almaz dengan WIND dan konfigurasi 7-seater. Hal ini tergambar dari angka peserta test drive dan pemesanan yang meningkat, ditambah lagi predikat yang diberikan pada medium SUV kami. Tentunya kami akan terus menghadirkan inovasi terdepan melalui produk dan layanan bagi pelanggan sejalan dengan semangat Drive For A Better Life,” jelas Dian Asmahani, Senior Brand Manager Wuling Motors dalam keterangan resminya, (30/7/2019).

Dikutip dari lama Wuling Motors, dari 1.608 SPK Wuling yang didapat, model Almaz mendominasi perolehan dengan jumlah pemesanan sebanyak 827 unit dengan tipe yang paling diminati adalah Almaz Exclusive 7-seater. Kemudian ada seri Confero yang mencatatkan SPK sebanyak 425 unit dengan Confero sebagai favorit. Lalu diikuti oleh seri Cortez sebesar 339 unit, dimana Cortez CT sebagai varian yang paling dicari. Terakhir, pemesanan Formo tercatat di angka 17 unit.

>>> WIND, Persembahan Paling Berarti di Hari Ulang Tahun Kedua Wuling Motors

Wuling pun turut menyediakan unit test drive selama GIIAS 2019 yang terdiri dari Almaz, Cortez CT, dan Confero S ACT yang telah dicoba secara total oleh 1.818 pengunjung. Almaz menjadi unit yang paling banyak dicoba, sebanyak 1.336 orang, menjadikan medium SUV ini menyandang gelar Favorite Car Visitor Choice Most Driven Car. Di sisi lain, Cortez CT telah dicoba sebanyak 352 orang dan untuk Confero S ACT sebesar 130 orang.

Gambar Penghargaan Wuling Almaz di GIIAS 2019

Wuling Almaz jadi idola di pameran GIIAS 2019

Sebagai informasi Wuling Indonesian Command (WIND) pada Wuling Almaz merupakan teknologi perintah suara (voice command) berbahasa Indonesia pertama yang dipasang pada mobil non premium. Teknologi ini berguna untuk mengoperasikan beberapa fitur kendaraan seperti membuka menutup sunroof, membuka menutup jendela pengemudi, menghidupkan mematikan AC, Radio hingga menampilkan tekanan ban dan yang lain.

Pengendara tidak harus memencet tombol, menyentuh layar head unit, atau memutar-mutar knop. Cukup dengan perintah-perintah tertentu yang tersedia sistem akan melakukannya secara otomatis. Cara mengaktifkan WIND cukup mudah bisa melalui head unit atau setir. Setelah aktif pengendara tinggal mengucapkan 'Halo Wuling' lalu mengucapkan perintah yang diinginkan.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

>>> Intip informasi terkini dunia otomotif hanya ada di Mobilmo

Berita sama topik

  • 18/10/2019 | Fatchur Sag

    Jadi Mobil Bank, Toyota Fortuner Ini Dibikin Tahan Peluru

    Toyota Fortuner ekspor dibuat untuk kebutuhan-kebutuhan khusus sesuai permintaan negara tujuan. Di Vietnam, mobil ini disulap menjadi tahan peluru untuk digunakan sebagai mobil bank pengantar uang. Seperti apa rupanya?

  • 16/10/2019 | Fatchur Sag

    BMW Seri 3 Kuasai Pasar BMW di Indonesia

    BMW Seri 3 melegenda di berbagai negara. Bahkan di Indonesia, penjualan BMW Seri 3 menjadi salah satu yang terbesar dibanding seri BMW yang lain.

  • 15/10/2019 | Fatchur Sag

    Mobil Hybrid Digencarkan, Bagaimana Nasibnya Saat Jadi Mobil Bekas?

    Menyambut era elektrifikasi kendaraan bermotor di ranah global maupun lokal, perlahan tapi pasti mobil konvensional bakal tergantikan dengan mobil listrik maupun mobil hybrid. Artinya cepat atau lambat bakal ada mobil listrik dan mobil hybrid yang jadi mobil bekas. Bagaimana nasibnya nanti?