Dipamerkan di GIIAS 2018, Bus Tingkat Buatan Karoseri Laksana Kini Resmi Diekspor

25/02/2020 | Fatchur Sag

Untuk yang kesekian kalinya karoseri Laksana mengekspor bus buatannya ke mancanegara. Namun kali ini istimewa. Bus yang dikirim bukan sembarangan, tapi Legacy SR2 Double Decker, yaitu bus tingkat super mewah yang pernah mejeng di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Sebanyak 10 unit bus siap dikirim ke Bangladesh.

Foto bersama usai pelepasan Legacy SR2 Double Decker ke Bangladesh

Bus tingkat mewah Legacy SR2 Double Decker resmi diekspor

Seremoni pelepasan dilakukan di lokasi karoseri Laksana di Ungaran Jawa Tengah pada Jum’at(21/02/2020) oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMB) Tanjung Emas Semarang, Anton Martin.

Ada yang berbeda dari unit Legacy SR2 Double Decker yang dipasarkan di Indonesia, unit ekspor ini lebih panjang sekitar 1 meter sesuai permintaan negara tujuan. "Jadi panjang busnya beda. Yang ini panjangnya 14,4 meter. Lebih panjang hampir 1 meter (dari model yang dijual di sini)," tutur Technical Head Manager Karoseri Laksana, Stefan Arman, seperti dikutip dari Detik, (23/2/2020).

Selain ukuran, perbedaan lainnya ada pada sasis, posisi tangga, dan jumlah kursi. Sasis menggunakan low entry merek Scania, jumlah kursi dibuat lebih banyak. "Tipe sasis yang digunakan berbeda dengan yang dijual di Indonesia. Dia (tetap) pakai Scania, tapi yang low entry," kata Arman. "Posisi tangga berbeda, jumlah kursi juga berbeda, yang ini lebih banyak," tambahnya.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Foto Gubernur Jawa Tengah turun dari dalam bus Bus Legacy SR2 Double Decker varian ekspor

Bus Legacy SR2 Double Decker varian ekspor punya dimensi lebih panjang

Untuk model ekspor kali ini, karoseri Laksana memanfaatkan betul fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) yang diberikan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI. Isinya pembebasan bea masuk dan PPN atas impor bahan baku untuk diolah, dirakit, dipasang dan hasil produksinya diekspor. "Kita gunakan fasilitas keringanan dari bea cukai berupa pembebasan bea masuk untuk sasisnya, karena akan diekspor," ujarnya.

Untuk harga tidak dijelaskan secara spesifik. Hanya diperkirakan harga body Legacy SR2 Double Decker versi ekspor ini mencapai Rp 3 miliar per unit.

>>> GIIAS 2018: Legacy SR2 Double Decker, Bus Tingkat Paling Keren Se-Indonesia

Foto menunjukkan Bus Legacy SR2 Double Decker di GIIAS 2018

Bus Legacy SR2 Double Decker pertama kali mejeng di pameran GIIAS 2018

>>> Beragam berita informatif dunia otomotif hanya di Mobilmo

Berita sama topik