Mengapa Mesin Overbore Lebih Tahan Terhadap Putaran Tinggi?

07/12/2018 Arfian Alamsyah TOP mobil

Mesin dengan langkah kecil (overbore) konon katanya lebih kuat dari mesin langkah besar (overstroke) dalam digeber di putaran mesin tinggi, benarkah?

Memang, dipasaran jarang mobil yang mengaplikasikan tipe mesin overbore, namun bukan Mobilmo.com namanya sebagai situs teknik mobil terbaik di Indonesia kalau tidak memberikan pencerahan. Mengapa mesin overbore lebih tahan terhadap putaran mesin tinggi?

Tampak Mesin All New Honda Brio Satya 2018

Mengapa mesin overstroke lebih tidak tahan terhadap putaran mesin tinggi?

Oke kita asumsikan dengan jenis maupun bahan material mesinnya sama, lalu mengapa piston dengan short stroke jauh lebih tahan berkitir pada RPM tinggi jika dibanding piston dengan long stroke? Untuk lebih jelasnya coba Anda lihat ilustrasi dibawah ini, ilustrasi ini menjelaskan perbandingan antara mesin overbore (langkah pendek) dengan mesin overstroke (langkah panjang).

>>> Baca juga: Ini Fungsi Rahasia ECU, Sebagai Kotak Hitam Mobil!

Ilustrasi Overbore vs Overstroke

Ini yang menyebabkan perbedaan kekuatan mesin overbore lebih kuat dari overstroke

Nah langsung nampak dengan jelas kan, betapa luas penampang gesekan pada mesin overstroke. Hal ini lantas membuat friksi sangat besar ketika mesin dipacu pada RPM tinggi. Friksi ini akan menyebabkan mesin menjadi cepat panas, yang dapat berakibat piston nge-jam atawa macet. Beda banget pada mesin overbore yang punya penampang gesekan lebih pendek. Mesin overbore akan jauh lebih tahan pada putaran mesin yang tinggi.

>>> Review mobil terbaik hanya ada di sini

Jadi kesimpulannya, jika mesin Mobil Anda spesifikasinya lebih ke arah overbore, maka saat hendak melakukan aksi overtaking jangan ragu-ragu untuk bejek pedal gas Dan pakai putaran mesin tinggi. Hal ini disebabkan karena mesin mobil berkarakter overbore akan mengeluarkan tenaganya di putaran mesin tinggi. Sehingga proses menyalip dapat dilakukan lebih cepat dan juga aman. Dan biasanya mesin mobil dengan karakter overbore umumnya 'dikawinkan' dengan girboks closed ratio alias perbandingan antar giginya pendek. 

Sebaliknya jika mesin mobil Anda berkarakter overstroke maka biarkan torsi besar yang bekerja melajukan Mobil. Anda tidak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam, karena karakter mesin overstroke sudah menyemburkan torsinya pada putaran mesin rendah. Selain itu mesin dengan karakter overstroke tidak begitu tahan disiksa pada putaran tinggi dengan waktu yang lama.

>>>  Terus ikuti tips & trik seputar otomotif di Mobilmo.com

Mungkin anda ingin baca