Abu Vulkanik Dan Dampaknya Terhadap Bodi Mobil

30/12/2018 Fatchur Sag Perawatan mobil

Gunung Anak Krakatau kembali aktif pasca bencana tsunami Selat Sunda beberapa hari lalu, menyebarkan abu vulkanik hingga sampai ke daerah pemukiman. Layak dicermati bagi pemilik mobil apa dampak buruk abu vulkanik ini dan bagaimana cara membersihkannya.

Bencana tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam tidak hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur dan menimbulkan ratusan korban jiwa, tapi juga menimbulkan reaksi lain yaitu aktifnya gunung anak Krakatau. Radar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gunung ini mulai meletup mengeluarkan abu vulkanik dan sudah masuk daerah pemukiman dan jalan raya.

Foto Gunung Anak Krakatau mengeluarkan cairan pijar

Gunung Anak Krakatau Selat Sunda yang kembali aktif

Bagi pengguna kendaraan bermotor seperti mobil, guyuran abu vulkanik layak jadi perhatian tersendiri. Pasalnya abu yang tersembur dari perut gunung berapi ini beda dengan abu atau debu biasa. Secara kasat mata saja bisa dilihat jika abu vulkanik lebih kasar sebab memiliki partikel yang berupa mineral, batu bergerigi dan kaca vulkanik. Abu ini berasa sangat perih jika kena mata dan cepat menimbulkan sesak nafas.

Karena material yang beda dengan abu biasa, abu vulkanik bisa menimbulkan dampak buruk bagi mobil kalau cara pembersihannya sembarangan. menurut Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat, Sapta Agung Nugraha debu yang menempel di bodi dan kaca mobil jangan langsung dilap sebab bisa menimbulkan bekas baret.

"Agar tidak menimbulkan baret pada bagian bodi dan juga pada permukaan kaca," tutur Sapta sebagaimana dikutip dari Kompas, Kamis (27/12/2018).

>>> 7 Penyebab Utama Kerusakan Cat Mobil Selain Sinar Matahari

Di tempat terpisah Body & Paint Service Head Auto2000 Bekasi Timur, Bambang Sulistiyanto menuturkan kalau abu vulkanik sebenarnya tidak berpengaruh besar pada cat mobil. Namun kalau dibiarkan terlalu lama tanpa dicuci bisa menimbulkan flek yang menyatu dengan cat itu sendiri, sebagaimana mobil yang tidak pernah dicuci padahal sudah sangat kotor bisa memberi efek buruk bagi cat mobil.

"Kalau dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan flek yang bisa terpenetrasi ke dalam cat itu sendiri," tutur Bambang sebagaimana dikutip dari Kompas, Kamis (27/12/2018).

>>> Dapatkan review mobil terbaru di Mobilmo.com

Foto mobil terkena guyuran hujan abu vulkanik

Terkena abu vulkanik parah, mobil berpotensi rusak

Bagaimana cara yang tepat membersihkan abu vulkanik pada bodi mobil?

Untuk membersihkan abu vulkanik dengan tepat ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

1. Sebaiknya jangan menyalakan wiper kecuali mendesak

Seperti ditulis di atas, material abu vulkanik adalah bebatuan kasar bergerigi. Dengan menyalakan wiper bisa saja menimbulkan baret pada kaca. Selain itu, semprotan air wiper bisa membuat kaca tampak buram sebab sifat abu vulkanik yang mengumpal saat kena air. Gunakan lap kering dan bersihkan secara pelan-pelan.

2. Semprot udara menggunakan kompresor

Akan lebih aman jika pembersihan abu vulkanik pada bodi mobil dimulai dengan menghilangkannya menggunakan semprot udara kompresor sebab tidak akan menimbulkan baret. Jangan lupakan pakai masker dan kaca mata untuk menghindari mata kemasukan abu yang bisa membuat iritasi.

3. Cuci seperti biasa menggunakan air

Setelah abu hilang dari bodi dan kaca, cuci mobil seperti biasa menggunakan air. Bisa juga dibawa ke car wash agar pencucian bisa lebih detail hingga ke bagian kolong mobil.

>>> Cara Mencuci Mobil Dengan Waterless, Solusi Perawatan Tanpa Air

Foto seorang bapak sedang mengelap mobil yang kotor

Sembarangan mengelap abu vulkanik, mobil bisa baret

Dalam kondisi-kondisi tertentu, pengemudi terkadang harus menghadapi guyuran abu vulkanik yang lebat dan sangat mengganggu visibilitas. Bila sudah demikian, sebaiknya pengemudi menepi di tempat aman dan berhenti sampai kondisi normal kembali atau frekuensi abu vulkanik makin sedikit.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Mungkin anda ingin baca