Melihat Sejarah Dan Penjelasan Tentang Teknologi Run Flat Tire Pada Ban Mobil

04/06/2021| Abdul

Ban mobil langsung bersentuhan dengan aspal jalanan, sehingga peranannya sangatlah penting. Pabrikan mobil juga memperhatikan teknologi yang diberikan pada ban mobil, seperti soal kekuatan dan daya tahan yang dimiliki. Jadi pabrikan akan menghindari penggunaan karet yang mudah pecah atau[un mengalami kebocoran. Teknologi Run Flat Tire pada ban mobil menjadi salah satunya yang diandalkan. Dengan ban yang memakai teknologi tersebut maka saat angin kurang atau bocor mobil tidak perlu berhenti.

Gambar ini menunjukkan ban RFT pada mobil

Ban mobil berhubungan langsung dengan aspal jalanan

>>> Lihat Juga, Jangan Salah Pilih Semir Ban, Ini Efeknya

Meskipun begitu, bukan berarti teknologi Run Flat Tire pada ban tidak memiliki kekurangan. Bahkan terdapat juga yang komplain terkait ban mobil tersebut yang bikin kendaraan terasa kurang nyaman. Dilansir dari laman Carvaganza, dimana contohnya adalah mobil BMW, bila dilakukan penggantian ban mobil dengan yang biasa maka akan sangat berbeda seperti bumi dan langit. Namun karakter dari ban tersebut memanglah begitu, struktur yang dimiliki dibandingkan ban biasa lebih kuat. Hal tersebut karena lebih berat beban yang ditopang oleh ban mobil.

Pada umumnya untuk teknologi Run Flat Tire (RFT) dipasangkan pada kendaraan yang mewah. Pada saat terjadi kebocoran mobil masih tetap bisa digerakkan dengan jarak tertentu dan juga kecepatannya yang tidak boleh melalui batas. Setidaknya pada saat melaju di jalan tol dan ban bocor masih dapat digunakan sampai ke rest area berikutnya. Dengan begitu perbaikan dapat dilakukan lebih santai sambil menikmati kuliner dan tempat istirahat yang nyaman. Yang menarik adalah, belakangan ini terdapat ban mobil yang diproduksi bisa melaju ratusan kilometer dalam kondisi tanpa angin karena bocor atau hal lain.

Mengetahui Pengertian Teknologi Run Flat Tire  Pada Ban Mobil

Jadi seperti yang telah dibahas di atas, bahwasanya untuk ban ini bisa digunakan untuk melaju di jalan walaupun tekanan angin hilang. Beban dapat ditanggungnya karena mempunyai struktur yang begitu kokoh seperti pada bagian dinding ban. Hal tersebutlah yang bikin ban terasa cukup kasar dan juga keras sehingga bisa mendatangkan rasa penyesalan untuk membeli mobil dengan harga yang cukup mahal.

>>> Ada Dua Jenis Tambal Ban Tubeless, Mana Yang Terbaik?

Gambar ini menunjukkan konstruksi ban normal dan ban RFT

Konstruksi ban standar dan RFT

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Berhubungan dengan ban mobil, ada juga ban yang bisa menambal sendiri atau yang sering disebut dengan self sealing. Dimana hal tersebut berkat penggunaan material di dalamnya, hanya saja untuk jenis ban tersebut masih jarang dan belum banyak. Salah satu keunggulan ban RFT adalah saat tidak ada udara ban mobil tetap dalam kondisi bundar sehingga membuatnya tetap stabil walaupun kehabisan angin.

Mengenal Penemu Run Flat Tire

Pada tahun 1930 an dari pihak Michelin membuat ban mobil saat berlubang maka tidak akan kempes berkat di dalamnya diberikan lining busa. Namun untuk mobil tidak digunakan, ban ini awalnya digunakan pada gerobak, trem dan juga kendaraan militer. Hal tersebut karena untuk digunakan pada kendaraan yang diproduksi massal masih terlalu mahal. Memang dari segi ekonomi tidak ketemu namun tidak ditinggalkan begitu saja.

Setelah 2 dekade ban RFT dibuat berkat Kerjasama yang dilakukan oleh Goodyear dan Chrysler. Setelah itu, di tahun 1970 an pihak Dunlop yang juga merupakan pabrikan ban membuat ban RFT yang ditujukan untuk dipakai pada mobil Rover P6.

>>> Jika Tanda Ini Muncul Berarti Sudah Waktunya Ganti Ban Mobil

Gambar ini menunjukkan ilustrasi kinerja ban RFT

Ban RFT tetap bisa dijalankan meskipun anginnya hilang

Memang terdapat cacian terkait penggunaan teknologi Run Flat Tire pada ban mobil karena saat berkendara jadi terasa keras. Tidak dipungkiri bahwa kenyamanan menjadi salah satu hal yang lebih diutamakan. Tidak hanya itu, ban tersebut juga susah dicari begitupun terkait harganya. Ditambah lagi di Indonesia sendiri ban tersebut tidak dijadikan bawaan standar oleh pihak APM. Dengan begitu popularitasnya mengalami penurunan.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

 

International