Lintas Marga Ungkap 3 Penyebab Terbesar Kecelakaan di Jalan Tol Cipali

04/09/2019 | Fatchur Sag

Dikenal sebagai jalanan bebas hambatan jalan tol ternyata tak sepenuhnya aman. Seperti Jalan Tol Cipali (Cikopo-Palimanan), PT Lintas Marga Sedaya (LMS) mengungkap terjadi ribuan kasus kecelakaan di jalan tol sepanjang 116 km ini tiap tahun. Di 2016 total kecelakaan sebanyak 1.282 kasus, tahun 2017 sebanyak 1.381 kasus dan tahun 2018 sebanyak 1.197 kasus. Sementara untuk tahun 2019 sampai bulan Juli sudah terjadi kecelakaan sebanyak 634 kasus.

Salah satu pemandangan lalu lintas di Jalan Tol Cipali saat sedang One Way lebaran 2019

Penerapan One Way di jalan tol saat arus mudik lebaran

Ribuan kecelakaan tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa, seperti dituturkan pihak operator Jalan Tol Cipali, PT Lintas Marga Sedaya (LSM), "Sampai Juli ini ada 634 kecelakaan, total yang meninggal dunia sebanyak 51 orang. Tahun 2016 total yang meninggal dunia ada 63, tahun 2017 ada 92 orang yang meninggal, kemudian tahun 2018 ada 71 orang yang meninggal," tutur General Manager Operation PT LMS, Suyitno seperti dikutip dari Detik, (1/9/2019).

Dari sekian banyak penyebab yang ada, menurut Suyitno ada 3 penyebab terbesar kecelakaan di Jalan Tol Cipali dan cukup mendominasi, yaitu mengantuk, pecah ban, dan rem blong. Sedangkan untuk fatalitas paling banyak adalah tabrak belakang. Pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi di atas 100 km per jam, lalu gagal mengendalikan kendaraan dan menabrak kendaraan lain di depannya yang berjalan lebih pelan atau sedang berhenti karena darurat.

>>> Ini 3 Pelanggaran Lalu Lintas Paling Banyak Dilakukan Pengguna Jalan Tol

Foto Kecelakaan Daihatsu Gran Max di Jalan Tol Cipali, diduga sopir mengantuk

Perlu tetap fokus dan berhati-hati agar terhindar dari kecelakaan di jalan raya

Selaku pihak yang bertanggung jawab atas lancarnya operasional Jalan Tol Cipali, PT Lintas Marga Sedaya (LSM) tidak berhenti meningkatkan pelayanan untuk mengurangi tingkat kecelakaan. LMS menerapkan konsep ā€œ3Eā€ sebagaimana dirilis di laman resminya, yaitu:

  • Enginering. LMS telah melakukan pemasangan Wire ropes sepanjang 16 km, pemasangan 10 km Guardrail, pemasangan rumble dot pada bagian dalam maupun luar jalan sepanjang 32 km, kemudian melakukan pemasangan WIM (Wight in Motion) di 2 lokasi dan pemasangan lampu strobo di 5 titik rawan kecelakaan.
  • Enforcement. Bersama dengan pihak kepolisian daerah setempat dan Dishub, LMS rutin mengadakan Operasi Speed Gun setiap 2 bulan sekali, melakukan sosialisasi kepada pengemudi bus dengan melakukan pengecekan rem kendaraan, melakukan operasi Over Dimention Over Load Vehicle (ODOL) dimana banyak pengguna jalan tol khususnya yang golongan 4 ā€“ 5.
  • Education. LMS terus melakukan kampanye keselamatan berkendara di semua event yang diadakan oleh LMS, seperti: Cipali Festival, Bazaar Ramadhan, safety induction bersama dengan Kementrian Perhubungan. Sosialisasi dalam penyebaran flyers ke pangkalan truk / bus. Selain itu LMS juga selalu memasang himbauan dalam bentuk spanduk yang berisikan kampanye keselamatan berkendara. Tak lupa kampanye itu di sosialisasikan melalui seluruh videotron yang ada di semua gardu Jalan Tol Cipali, Variable Messege Sign (VMS) serta twitter dan instagram @lintasmarga.

>>> Hati-Hati, Kurangi Kecepatan Saat Melintas di Tikungan Tajam

Foto menunjukkan dua unit truk kelebihan muatan

Truk dengan muatan berlebih tidak hanya melanggar, tapi juga membahayakan

>>>Ā Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Berita sama topik

  • 09/09/2019 | Abdul

    Tingkatkan Kewaspadaan, Ini Tanda Rem Mobil Blong Yang Perlu Diketahui

    Rem blong menjadi salah satu masalah yang ditakuti oleh pengemudi mobil. Hal tersebut dikarenakan saat mengalaminya taruhannya adalah nyawa. Sehingga pengemudi akan mencoba melakukan beberapa akselerasi untuk menghindari banyak korban dan berharap semuanya selamat saat rem pada mobil tidak berfungsi. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, terdapat beberapa tanda rem mobil blong yang perlu diketahui.

  • 02/09/2019 | Arfian Alamsyah

    Lelah Mengemudi? Jangan Asal Berhenti Di Bahu Jalan, Ini Resikonya

    Bahu jalan adalah lajur darurat, bukan untuk digunakan untuk hal tidak perlu apalagi melakukan proses istirahat di bahu jalan. Ini resiko yang akan terjadi apabila pengemudi nekat berhenti di bahu jalan untuk istirahat.

  • 22/08/2019 | Fatchur Sag

    Menempel Stiker Di Kaca Depan, Pengemudi Bisa Kena Denda Rp 17 Jutaan

    Menempel stiker di kaca depan mobil bukan hal aneh bagi para pengendara. Tapi di Inggris hal tersebut bisa jadi masalah. Alih-alih tambah keren, pemilik mobil yang ketahuan pasang stiker di kaca depan bisa didenda hingga 1.000 Poundsterling atau setara Rp 17,2 juta.