Jangan Panik Saat Jalan Menanjak dan Menurun Dengan Mobil Transmisi Otomatis, Begini Caranya Biar Aman

02/11/2018 Mahmudi Restyanto Pengemudian mobil

Penjualan mobil dengan transmisi otomatis terus meningkat bahkan sudah mendominasi dalam penjualan nasional. Meski nyaman digunakan, ada trik tersendiri ketika melalui jalan menanjak dan menurun dengan mobil bertransmisi otomatis.

Cara kerja transmisi otomatis tentu berbeda dengan transmisi manual. Bila pada transmisi otomaotis perpindahan percepatan diatur dengan memindahkan satu kali tuas perseneling, manual perlu beberapa kali untuk mencapai percepatan maksimum. Kemudahan ini membuat konsumen semakin banyak menggunakan transmisi otomatis untuk berkendara sehari-hari. Tidak heran bila penjualan mobil dewasa ini didominasi transmisi otomatis seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Tetapi ada trik tersendiri ketika melalui jalan menanjak dan menurun untuk memaksimalkan tenaga dengan transmisi otomatis.

>>> Baca: Ini Pelanggaran Paling Sering Kena Tilang Polisi

Tombol Over Drive (O/D)

Overdrive bisa dipakai sesuai kebutuhan

Beberapa pabrikan memberi lampu indikator sebagai pengingat apakah overdrive dalam keadaan aktif atau tidak

Beberapa pabrikan yang menjual produknya dengan transmisi otomatis menyediakan opsi gigi O/D atau over drive. Posisi tuas ke O/D ini adalah opsi yang berguna ketika mesin butuh putaran mesin yang tinggi. Tentu putaran mesin tinggi ini akan berguna ketika melintasi jalanan menanjak atau mendahului kendaraan di depan. Cara mengoperasikan O/D ini pun berbeda-beda setiap mobil, ada yang melalui tombol, ada juga yang memindahkan tuas perseneling.

>>> Baca: Mengetahui Kegunaan Fitur Shift Lock Pada Mobil Matic

Paddle Shift (Semi-manual)

Fitur yang berguna untuk jalanan menanjak dan menurun

Kehadiran fitur paddle shift tidak hanya memberi sensasi untuk mengemudikan secara manual tapi juga berguna saat jalan menanjak atau menurun

Transmisi otomatis memang membuat pengemudi lebih nyaman ketika berkendara. Namun pabrikan saat ini sudah banyak yang menyediakan fitur perpindahan dari otomatis ke semi-manual yang dibantu dengan paddle shift untuk menaikkan dan menurunkan gigi pada transmisi. Fitur ini membuat pengemudi bisa mengatur perpindahan percepatan seperti layaknya transmisi manual tapi tanpa menginjak pedal kopling. Melalui fitur ini, pengemudi bisa mendapatkan tenaga maksimal ketika melwati kontur jalan bukit yang menanjak dan menurun. Sehingga perjalanan tetap aman dan pengemudi tahu kapan harus menaikkan dan menurunkan gigi.

>>> Tips merawat mobil lainnya bisa Anda dapatkan di sini

Posisi Gigi Rendah

Manfaatkan fitur ini untuk mencapai putaran tinggi

Posisikan tuas perseneling transmisi otomatis pada posisi gigi terendah untuk mencapai tenaga maksimum untuk menanjak dan engine brake untuk menurun

Hampir seluruh transmisi otomatis menyediakan posisi gigi rendah atau biasanya ditandai dengan huruf L (low gear). Ada juga beberapa pabrikan tidak menyediakan huruf  L tapi dengan angka 1 dan 2 yang artinya transmisi bekerja hanya pada gigi 1 dan 2 seperti pada transmisi manual. Opsi gigi rendah ini dihadirkan untuk mengakomodir kebutuhan berkendara. Mengingat tidak selamanya jalanan lurus datar, maka saat menanjak atau menurun bisa dipindahkan tuas perseneling ke posisi L/1. Pada posisi L ini ketika menanjak, percepatan fokus pada torsi maksimal sesuai kebutuhan tenaga. Sedangkan saat menurun membantu pengereman seperti teknik engine brake pada transmisi manual.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Mungkin anda ingin baca