Terkendala Harga, Daihatsu Tak Kepincut Hadirkan Taft Meski Ada Model Baru

12/08/2018| Fat

Gambar pengunjung pameran jajal Suzuki Jimny terbaru

Suzuki Jimny jadi bintang pameran GIIAS 2018 (foto: otomotif1.com)

Sebagaimana yang terlihat selama pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 berlangsung, model terbaru dari si legendaris Suzuki Jimny tak pernah sepi kerubuti pengunjung pameran. Mulai yang hanya sekedar melihat, meraba sampai yang masuk dan menjajal ruang kabin.

Ratusan orang juga sudah menyatakan ketertarikannya memboyong mobil bergenre offroad ini meski harga dan model produksinya belum dirilis. Lalu, apakah ADM kepincut mengikuti jejak Suzuki Indomobil Sales (SIS)?

Daihatsu memang pernah punya model offroad di masa lampau, yaitu Daihatsu Taft. Diluncurkan pertama tahun 1974 dan masuk ke Indonesia tahun 1985, Daihatsu Taft mengakhiri kiprahnya di Indonesia tahun 2007 dimana model F78 atau yang populer dengan nama Rocky menjadi model paling pungkasan.

Hampir tak ada orang Indonesia yang tak kenal Daihatsu Taft. Model ini banyak menghiasi jalanan Indonesia dengan bentuk khasnya yang mudah dikenali meski dari kejauhan.

foto Daihatsu Taft 1974 tampak depan

Tahun 1974 generasi pertama Daihatsu Taft diluncurkan (foto: wikipedia.com)

Sejak dihentikannya produksi Taft tahun 2007, praktis tak ada lagi model offroad yang dijual Daihatsu di Indonesia. Namun kini dengan bangkitnya Suzuki Jimny yang dimulai dengan peluncuran 88 unit Suzuki Jimny Limited Edition di pameran GIIAS 2017 lalu, muncul pertanyaan apakah Daihatsu juga bakal menjual Taft model terbaru?

>>> Resmi Diluncurkan di GIIAS 2017, Suzuki Jimny Limited Edition Langsung Ludes Tak Tersisa

Hal itu ditanggapi langsung oleh pihak PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Menurut Amelia Tjandra selaku Direktur Marketing PT ADM, Daihatsu tak akan menghadirkan Taft meski ada model baru diluncurkan. Banyak hal yang dipertimbangkan terutama menyangkut soal harga. Amel bahkan menganggap saat ini sebenarnya SIS sedang gamang untuk menentukan harga jual Suzuki Jimny.

“Harga di Jepang berapa (Suzuki Jimny)? Rp 250 jutaan, sampai sini bisa Rp 500 jutaan dengan pajak dan lain-lain. Bukan karena model 4x4, bahkan bukan 4x4 (tipe 4x2) saja segitu (harganya). Makanya jawabnya bingung,” tutur Amel di lokasi pameran GIIAS 2018 belum lama ini.

Amel menambahkan, sebenarnya bisa saja mobil mini SUV bergenre offroad di hargai murah yaitu dengan cara dibuat di dalam negeri. Tapi untuk ke arah itu tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Pertimbangannya, apakah permintaan pasar sesuai dengan investasi besar yang digelontorkan.

“Kalau mau investasi tooling (di pabrik produksi) itu sekitar Rp 2 triliun. Mau harga berapa? Berapa unit per bulan? Bikin tooling Rp 2 triliun itu tinggi, mau balik (modal) kapan?” kata Amel memberi penjelasan.

>>> Daihatsu Terios Custom Bisa Diboyong Dengan Angsuran Rp 4 Juta Per Bulan

Foto Daihatsu Taft Rocky tampak dari depan samping

Produksi Daihatsu Taft berhenti tahun 2007 dengan Taft Rocky sebagai model terakhir

Dijelaskan pula untuk bisa menjual murah selain investasi besar seperti tersebut di atas, paling tidak kapasitas produksi pabrik harus mencapai 2.000 unit per bulan. Dan itu akan berat bila permintaan pasar kurang dari angka tersebut.

“Kalau tidak bisa ya berat,” tegasnya.

Jadi, bagi Anda yang terbayang buat punya model legendaris Daihatsu Taft sebaiknya simpan rapat-rapat angan-angan Anda sampai Daihatsu benar-benar berubah pikiran.

>>> Ingin membeli mobil lawas? Informasi selengkapnya klik di sini!

Berita sama topik

International