Progres 85%, Konstruksi Tol Layang AP Pettarani Ditarget Rampung September 2020

19/05/2020 | Fatchur Sag

Kontruksi Tol Layang AP Pettarani Makassar sebagai jalan tol layang pertama di Indonesia Timur memasuki tahap akhir. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut, progres saat ini sudah mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung pada September 2020.

Foto menunjukkan Jalan layang AP Pettarani Makassar

Progres jalan layang AP Pettarani mendekati 100 persen

"Dengan progres saat ini 85 persen, saya berharap, konstruksi dapat selesai tepat waktu dan tol layang dapat dioperasikan pada bulan September 2020," kata Menteri Basuki saat mengikuti secara virtual video conference progres pembangunan Jalan Tol Layang Andi Pangeran (AP) Pettarani Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (17/5/2020).

Seremoni pemasangan span terakhir juga disaksikan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Pjs. Wali Kota Makasar Yusran Yusuf, Konsorsium Investor (PT Margautama Nusantara (MUN), PT Jasa Marga Tbk, dan PT Bosowa Marga Nusantara) selaku Badan Usaha Jalan Tol (pengelola), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk sebagai Kontraktor Pelaksana dan konsorsium konsultan (Nippon Koei Co., Ltd – PT Indokoei International – PT Cipta Strada, PT Virama Karya, dan PT. Cipta Graha Abadi).

Selain berkontribusi mengurangi kemacetan lalu lintas di Kota Makassar, kehadiran Tol Layang Jalan AP Pettarani akan mendukung jalur logistik yang menghubungkan pusat Kota Makassar dengan Pelabuhan Petikemas Soekarno Hatta Makassar dan Bandara Sultan Hassanudin. Pembangunan Tol Layang AP Pettarani tetap memperhatikan keserasian arsitektur bangunan dan landscape sekitarnya, sehingga bisa menjadi ikon baru di Kota Makassar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi atas peran aktif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar dalam pembangunan tol layang sepanjang 4,3 Km tersebut.

"Saya sangat menghargai sekali apa yang disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan. Kita bisa bekerjasama lebih erat karena Pemerintah Pusat datang mendukung inisiatif Pemerintah Daerah, bukan sebaliknya. Kalau kami berada di depan, Bapak-bapak di daerah hanya akan menjadi peserta," kata Menteri Basuki.

>>> Sudah Diresmikan, Fakta-fakta Jalan Tol Jakarta Cikampek II Elevated

Foto Jalan layang AP Pettarani masih dalam tahap pembangunan

Pembangunan Tol Layang AP Pettarani menggunakan metode Span-by-Span dengan Launcher Gantry

Apresiasi juga disampaikan Menteri Basuki kepada kontraktor pelaksana atas inovasi metode konstruksi pembangunan jalan tol layang dengan menggunakan metode Span-by-Span dengan Launcher Gantry yang terbukti dapat mempercepat pelaksanaan konstruksi, meminimalkan gangguan lalu-lintas jalan arteri yang sangat padat tanpa kecelakaan konstruksi, serta meningkatkan mutu pelaksanaan konstruksi.

"Saya ingin sampaikan apresiasi untuk sekecil apapun inovasi dalam pembangunan jalan layang ini. Saya memberikan tantangan untuk berbagai inovasi yang bisa dibanggakan dan saya akan berikan hadiah satu bulan DOM (Dana Operasi Menteri) kepada inovator tersebut," kata Menteri Basuki.

Sebelumnya Menteri Basuki juga pernah mengapresiasi satu bulan DOM kepada insinyur alumni ITB, Arvilla Delitriana, yang mendesain konstruksi jembatan lengkung bentang panjang 148 meter Kereta Light Rail Transit atau Laju Raya Terpadu (LRT) Jakarta Bogor Depok dan Bekasi (Jabodebek) beberapa waktu lalu.

>>> Jasa Marga Pastikan Seluruh Tol Jawa Timur Siap Sambut Lebaran 2020

Foto menunjukkan pemasangan span terakhir Jalan layang AP Pettarani

Pemasangan span terakhir Jalan Layang AP Pettarani

Menteri Basuki berpesan pembangunan konstruksi Tol Layang AP Pettarani harus baik dan berkualitas, sehingga memberikan kenyamanan kepada pengguna tol.

"Pemakaian Lead Rubber Bearing (LRB) dan Modular Expansion Joint harus dapat mengakomodasi gempa dengan periode ulang 1000 tahun. Saya berharap betul bahwa tol ini kualitasnya lebih baik dari Jakarta-Cikampek yang awalnya kurang nyaman karena kualitas konstruksi sambungannya," tutur Menteri Basuki.

Proyek Tol Layang AP Pettarani dibangun dengan biaya investasi sebesar Rp 2,24 triliun. Konstruksi jalan tol layang terdiri dari 74 pier pada jalan utama, 55 pier pada ramp dengan jumlah box girder sebanyak 2.752 box dan 78 PCU girder. Pembangunannya telah mulai dilaksanakan sejak April 2018.

Jalan tol layang dibangun di atas Jalan Nasional AP Pettarani sehingga bisa berjalan lebih cepat tanpa pembebasan lahan. Ruas ini akan melengkapi ruas tol eksisting pada Seksi I, II dan IV yang akan beroperasi dengan sistem terbuka sepanjang 10,4 Km dengan jumlah lajur jalan 2 x 2, lebar 3,50 meter, dan memiliki dua on-off ramp yaitu di Boulevard dan Alauddin.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Foto menunjukkan jalan layang AP Pettarani

Diharapkan bisa mengurangi kemacetan di kota Makassar

>>> Beragam berita informatif dunia otomotif hanya di Mobilmo

Berita sama topik