Jasa Marga Mengelola Lebih dari 50 Persen Jalan Tol di Indonesia

19/08/2020| Fatchur Sag

Infrastruktur jalan tol menjadi salah satu fokus pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Dan kini ribuan kilometer sudah beroperasi, termasuk yang berada di luar Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

Target konektivitas

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur menyatakan bahwa Jasa Marga mendukung Pemerintah dalam mempercepat infrastruktur jalan tol di Indonesia untuk mewujudkan konektivitas.

>>> Hawkeye 2000 Sukses Melakukan Olah Data 626 Km Jalan Tol Jasa Marga

Foto menunjukkan Jembatan Lemah Ireng 1 dari udara

Jasa Marga targetkan jalan Tol Trans Jawa segera selesai keseluruhan

“Jasa Marga akan selalu meningkatkan kompetensi untuk menjawab tantangan bangsa. Tidak hanya fokus pada pengembangan jalan tol baru, Jasa Marga Group juga terus meningkatkan kapabilitas, penguasaan dan penerapan teknologi untuk layanan operasi, pemeliharaan, konstruksi serta pengembangan teknologi baik untuk internal maupun pangsa pasar eksternal,” kata Subakti, sebagaimana dirilis Jasa Marga, (17/8/2020).

Mengoperasikan lebih dari 50 persen jalan tol

Menurut Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), Raddy R. Lukman, pada Semester 1 2020 jalan tol yang dioperasikan PT JMTO telah melebihi panjang jalan tol operasi yang dimiliki oleh Jasa Marga. Sebagian murni dikelola Jasa Marga Group, sebagian lagi dikelola Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau investor.

“Saat ini kami mengoperasikan 1.447 Km atau 68 % dari keseluruhan panjang jalan tol beroperasi di Indonesia. Adapun jumlah panjang jalan tol tersebut terdiri dari 1.131 Km jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group dan 316 Km jalan tol yang dikelola oleh investor/Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya,” papar Raddy.

>>> Rest Area 36A Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Beroperasi Secara Fungsional

Foto menunjukkan Gerbang Tol Cikunir 4

Pembayaran tarif tol semakin mudah

Angka tersebut diyakini bakal terus bertambah mengingat masih banyak proyek infrastruktur jalan di Indonesia yang direncakanan atau tengah dikerjakan pemerintah.

“Ke depannya, kami juga telah memiliki kontrak pekerjaan untuk mengoperasikan jalan tol baru sepanjang 186 Km. Namun saat ini seluruh jalan tol tersebut masih dalam tahap pembangunan. Sesuai dengan arahan strategis Jasa Marga, tidak hanya fokus untuk menambah pengoperasian ruas jalan tol baru, JMTO juga terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan, salah satunya dengan mengembangkan dan melakukan uji coba sistem pembayaran dengan teknologi nir henti berbasis Radio Frequency Identification atau Single Lane Free Flow (SLFF) with barrier”  pungkas Raddy.

>>> Beragam berita informatif dunia otomotif hanya di Mobilmo

Berita sama topik

  • Rincian Diskon PPn BM Pada Mobil Dengan Mesin 1.500 cc – 2.500 cc Yang Baru Terbit

    06/04/2021| Abdul

    Rincian Diskon PPn BM Pada Mobil Dengan Mesin 1.500 cc – 2.500 cc Yang Baru Terbit

    Diskon PPn BM untuk mobil dengan mesin berkapasitas 1.500 cc sampai 2.500 cc diberikan. Tentunya hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin membeli mobil dengan mesin kapasitas antara 1.500 cc -2.500 cc. Dalam kebijakan tersebut terdapat 2 klasifikasi yang ada perbedaan diskon.

  • Jadi Andalan Mitsubishi, Penjualan Mitsubishi Xpander Laris Manis Plus Ada Insentif PPn BM

    23/03/2021| Abdul

    Jadi Andalan Mitsubishi, Penjualan Mitsubishi Xpander Laris Manis Plus Ada Insentif PPn BM

    Berhubungan dengan penjualan Mitsubishi Xpander, mobil ini masih menjadi andalan. Apalagi mobil small MPV tersebut terkena relaksasi pajak PPn BM sehingga mendapatkan potongan harga cukup besar. Hal ini menjadi salah satu momen yang tepat bagi masyarakat untuk bisa memiliki mobil besutan Mitsubishi tersebut dengan harga lebih terjangkau.

  • Target 100 dealer Tahun Ini, Total Dealer Hyundai Baru Ada 27

    08/03/2021| Abdul

    Target 100 dealer Tahun Ini, Total Dealer Hyundai Baru Ada 27

    Pihak Hyundai sedang melakukan pembangunan dealer Hyundai di Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya. Hal tersebut dikarenakan pabrikan mobil satu ini bukanlah pemain baru, namun merek lama yang sudah lama berkiprah di Tanah Air. Target Hyundai adalah membangun 100 dealer untuk tahun ini, meskipun saat ini baru ada 27.

International