Jalur Sepeda Disiapkan Meski Belum Ada CFD di Jakarta

16/06/2020| Fatchur Sag

Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke 4 sebagai masa transisi menuju New Normal. Hingga akhir Juni 2020 warga diberi kelonggaran menjalani sejumlah aktivitas seperti berkendara dan berolahraga. Namun, beberapa kegiatan masih belum diizinkan, seperti Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD).

Foto menunjukkan sejumlah orang melakukan olahraga bersepeda

PSBB transisi, sejumlah aktivita dilonggarkan

CFD masih ditiadakan

Minggu, 14 Juni 2020 menjadi hari Minggu pertama pemberlakuan masa transisi. Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan (Dishub) masih meniadakan kegiatan Car Free Day (CFD) yang biasa dilakukan di Bundaran HI. Hal itu dilakukan untuk mencegah kerumunan warga yang berpotensi menimbulkan penyebaran ulang COVID-19.

Meski tidak ada CFD, warga diizinkan untuk melakukan olahraga di luar seperti bersepeda, lari pagi, jalan sehat, dan yang lain. Dishub bahkan menyiapkan jalur sepeda secara khusus di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin yang bisa digunakan dari jam 06.00 WIB hingga jam 18.00 WIB.

“Lajur sepeda tersebut disiapkan sehubungan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang masih ditiadakan sementara.” tutur Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, Syafrin Liputo seperti dikutip dari NTMC Polri, (14/6/2020).

>>> Hati-Hati, Mulai Hari Ini Ada Sanksi Jika Jadi Penerobos Jalur Sepeda

Banner CFD masih ditiadakan

PSBB transisi, kegiatan CFD belum diizinkan

Syarat patuh protokol kesehatan

Sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19, warga yang bersepeda maupun yang berolahraga lain disyaratkan mematuhi protokol kesehatan berupa memakai masker, menjaga jarak aman, menggunakan botol minum sendirian (tidak bergantian), menjaga kebersihan, serta tidak berkerumum dengan orang/pesepeda lain.

Pesepeda menggunakan lajur paling kiri, pejalan kaki hanya boleh di trotoar dan tidak boleh ke badan jalan. Sementara untuk pedagang masih dilarang berjualan.

“Kita terus memantau perkembangan situasi Covid-19 pada masa transisi PSBB ini. Oleh karena itu, protokol kesehatan wajib diterapkan setiap warga pada setiap aspek kegiatan, termasuk saat bersepeda. Akhir pekan ini, HBKB belum dapat dibuka kembali. Namun, warga dapat memanfaatkan satu lajur paling kiri di Jalan Sudirman-Thamrin untuk bersepeda,” ujarnya.

Untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik sejumlah personel Dishub berjaga di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin beserta personel dari Satpol PP DKI Jakarta.

>>> Berkendara Aman Saat Pandemi Corona, Ikuti Aturan Pedoman PSBB

Foto menunjukkan aktivitas bersepeda tetap memakai masker

Tetap patuh protokol kesehatan

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Berita sama topik

  • Rincian Diskon PPn BM Pada Mobil Dengan Mesin 1.500 cc – 2.500 cc Yang Baru Terbit

    06/04/2021| Abdul

    Rincian Diskon PPn BM Pada Mobil Dengan Mesin 1.500 cc – 2.500 cc Yang Baru Terbit

    Diskon PPn BM untuk mobil dengan mesin berkapasitas 1.500 cc sampai 2.500 cc diberikan. Tentunya hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin membeli mobil dengan mesin kapasitas antara 1.500 cc -2.500 cc. Dalam kebijakan tersebut terdapat 2 klasifikasi yang ada perbedaan diskon.

  • Jadi Andalan Mitsubishi, Penjualan Mitsubishi Xpander Laris Manis Plus Ada Insentif PPn BM

    23/03/2021| Abdul

    Jadi Andalan Mitsubishi, Penjualan Mitsubishi Xpander Laris Manis Plus Ada Insentif PPn BM

    Berhubungan dengan penjualan Mitsubishi Xpander, mobil ini masih menjadi andalan. Apalagi mobil small MPV tersebut terkena relaksasi pajak PPn BM sehingga mendapatkan potongan harga cukup besar. Hal ini menjadi salah satu momen yang tepat bagi masyarakat untuk bisa memiliki mobil besutan Mitsubishi tersebut dengan harga lebih terjangkau.

  • Target 100 dealer Tahun Ini, Total Dealer Hyundai Baru Ada 27

    08/03/2021| Abdul

    Target 100 dealer Tahun Ini, Total Dealer Hyundai Baru Ada 27

    Pihak Hyundai sedang melakukan pembangunan dealer Hyundai di Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya. Hal tersebut dikarenakan pabrikan mobil satu ini bukanlah pemain baru, namun merek lama yang sudah lama berkiprah di Tanah Air. Target Hyundai adalah membangun 100 dealer untuk tahun ini, meskipun saat ini baru ada 27.

International