Catatan Positif Jasa Marga di Tahun 2019

15/06/2020| Fatchur Sag

Sejumlah catatan positif ditorehkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk di sepanjang 2019, sekaligus menjadi bukti keseriusan Jasa Marga dalam mengelola perusahaan. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2019 yang diselenggarakan di kantor pusat PT Jasa Marga (Persero) Tbk, di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2020.

Yang paling terlihat, total aset Jasa Marga meningkat 20,94% dari tahun 2018 dengan nilai total mencapai Rp99,68 triliun. EBITDA juga tumbuh sebesar 14,26% dari tahun 2018 dengan nilai mencapai Rp6,88 triliun, sedangkan untuk Margin EBITDA sebesar 62,65%.

Foto menunjukkan suasana RUPS Jasa Marga untuk tahun buku 2019

Berikut beberapa catatan positif di tahun 2019 selain hal di atas, sebagaimana dirilis laman resmi Jasa Marga:

1. Pendapatan usaha tumbuh 12,26%

Pendapatan usaha mencapai Rp10,98 triliun, tumbuh 12,26% dari tahun 2018. Jumlah ini berasal dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp10,13 triliun, naik 12,11% dari tahun 2018 serta pendapatan usaha lain sebesar Rp853,47 miliar, naik 14,08% dari tahun 2018.

2. Mengoperasikan 6 jalan tol baru

Sebanyak enam jalan tol baru sepanjang 161,58 Km berhasil dioperasikan oleh Jasa Marga di tahun 2019, yaitu:

  • Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Seksi VII (Sei Rempah-Tebing Tinggi), sepanjang 9,26 km,
  • Jalan Tol Pandaan-Malang, Seksi I-IV (Pandaan-Pakis), sepanjang 35,38 km,
  • Jalan Tol Gempol-Pandaan, tahap II (Pandaan IC-Pandaan), sepanjang 1,56 km,
  • Jalan Tol Kunciran-Serpong, sepanjang 11,14 km,
  • Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, sepanjang 38,00 km, dan
  • Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Seksi II-IV (Samboja-Simpang Jembatan Mahkota 2), sepanjang 66,24 km

>>> Dibikin Kapok, Truk ODOL Dilarang Lewat Tol Jakarta-Bandung

Foto menunjukkan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda mulai berlakukan tarif

3. Relokasi titik transaksi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama

Menjelang periode mudik Lebaran tahun 2019, Jasa Marga melakukan perubahan sistem transaksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan merelokasi titik transaksi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama. Dengan adanya perubahan sistem transaksi, serta pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way, Jasa Marga mencatat rekor tertinggi melayani lebih dari 166.000 kendaraan saat arus balik Lebaran 2019 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Jumlah ini meningkat hampir tiga kali lipat dari lalu lintas harian normal.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

4. Menerapkan teknologi pelayanan dan pengendalian lalu lintas

Ada sejumlah teknologi diterapkan Jasa Marga untuk mendukung pelayanan dan pengendalian lalu lintas, diantaranya:

  • WIM (Weigh In Motion) dalam rangka pengendalian atas dimensi dan beban tonase muatan angkutan truk,

Foto menujukkan kerja Weight in Motion di jalan tol

Truk ODOL dilarang masuk tol

  • Smart CCTV untuk memantau kecepatan kendaraan yang dilengkapi Automatic Number Plate Recognition System serta OAB (Oblique Approach Booth) atau dikenal dengan gardu miring, yang dapat direlokasi dalam waktu kurang dari 2 x 24 jam.
  • Uji coba terbatas pembayaran tol Single Lane Free Flow (SLFF) with barrier dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) berbasis server yang dikenal dengan nama FLO, baik di Pulau Jawa maupun di Pulau Bali.

Di tahun 2020 ini Jasa Marga berkomitmen untuk terus berkembang dalam hal inovasi, baik dalam bidang operasional, pengembangan usaha, maupun pendanaan, sehingga dapat melayani masyarakat dengan lebih optimal, khususnya pengguna jalan tol.

>>> Jasa Marga Masuk Daftar 10 Perusahaan ASEAN Asset Class

Foto menujukkan Gerbang Tol Singosari

Bakal terus ditingkatkan

>>> Berita terlengkap dari dunia otomotif hanya ada di Cintamobil.com

Berita sama topik