Efek Kotoran Pada Sistem Sensor Mobil

24/11/2018 Fatchur Sag Perawatan mobil

Sangat penting untuk menjaga agar kotoran yang tak diinginkan masuk ke dalam berbagai komponen penting pada mobil, termasuk sistem sensor dan injeksinya. Sebab, adanya kotoran tersebut tentu akan mengganggu.

Nyaris seluruh kendaraan beroda empat yang beredar di pasaran saat ini telah mempergunakan sistem Electronic Fuel Injection (EFI). Fungsi sistem tersebut adalah untuk mengendalikan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar secara elektronik. Dan terdapat 3 komponen utama di dalam sistem ini: actuator, ECU, dan sensor.

Gambaran sistem ECU pada mobil

Sistem Engine Control Unit (ECU) mendeteksi kondisi mobil lebih akurat

Fungsi dari sistem sensor pada mobil injeksi adalah untuk mengetahui kondisi mesin sejak bukaan throttle gas, adanya vakum pada intake manifold, mendeteksi suhu mesin, dan sebagainya. Data yang diperoleh oleh sensor pun lantas diolah ECU untuk kemudian diteruskan ke actuator, yang berfungsi menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Jadi, secara keseluruhan, informasi yang diperoleh dari sensor akan diteruskan oleh ECU untuk menentukan seberapa besar bahan bakar yang actuator semprotkan.

Dan seperti yang sudah Anda ketahui, sangat penting untuk menjaga agar kotoran yang tak diinginkan masuk ke dalam berbagai komponen mobil yang penting, termasuk sistem injeksinya. Sebab, adanya kotoran tersebut tentu akan mengganggu. Dan salah satu tanda adanya penumpukan kotoran pada mobil injeksi adalah timbulnya suara bising yang biasa disebut dengan brebet. Hal tersebut dikarenakan tumpukan kotoran yang mengganggu pasokan bahan bakar ke dalam ruang bakar kendaraan, terlepas dari RPM-nya.

>>> Begini Cara Mengenali Sensor Oksigen Mobil Rusak

Foto sistem EFI pada Ford Mustang

Instalasi Holley Terminator Electronic Fuel Injection System pada Ford Mustang

Lantas, dari mana biasanya kotoran tersebut timbul, dan bagaimana penumpukannya terjadi?

Salah satu penyebab muncul dan menumpuknya kotoran adalah penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai. Mesin mobil injeksi biasanya punya perbandingan kompresi yang lebih tinggi, bahkan bisa sampai lebih dari 10:1. Dan dengan semakin tingginya kompresi, maka nilai oktane bahan bakar yang dibutuhkan kendaraan pun ikut makin tinggi.

Jika Anda tetap bersikeras menggunakan bahan bakar beroktane rendah, seperti bensin premium, maka ada potensi terganggunya kinerja mesin kendaraan yang dapat menimbulkan suara brebet tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa bahan bakar yang kandungan timbal, parafin, belerang, dan beberapa kotoran lainnya dapat menyebabkan adanya deposit atau kerak pada injektor.

Penumpukan kotoran sebenarnya dapat dihindari dengan satu cara sederhana: memanaskan mesin kendaraan. Meskipun sekarang nyaris semua produsen mobil telah mendesain agar kendaraan yang mereka buat dapat digunakan secara langsung tanpa harus dipanaskan dulu mesinnya, langkah ini tetap sangat dianjurkan. Sebab, memanaskan mesin mobil sebelum digunakan akan membantu Anda melakukan tune up secara instan. Hal ini biasa disebut dengan istilah bernama Italian Tune Up, di mana pedal gas diinjak dalam-dalam beberapa menit berselang setelah mesin sudah panas. Hal tersebut bertujuan untuk meluruhkan kotoran yang ada di beberapa komponen mesin.

>>> Mengenal Lebih Dalam Filter Oli, Peranti Murah Yang Punya Fungsi Vital

Foto indikator rpm pada mobil

Italian Tune Up dilakukan dengan menginjak gas dalam-dalam

Tapi, bagaimana jika masalah sudah terlanjur terjadi? Anda tidak perlu cemas, karena ada solusinya. Meski demikian, sangat dianjurkan untuk menyerahkan pekerjaan ini kepada mereka yang sudah ahli menangani mobil injeksi. Sebab mereka akan menggunakan peralatan khusus untuk membantu atasi masalah Anda.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi brebet pada mobil injeksi adalah dengan membersihkan injektor menggunakan peralatan khusus. Saat ini, alat yang paling sering digunakan untuk membersihkan injektor adalah injector cleaner ultrasonic yang layanannya sudah tersedia di berbagai bengkel.

Cara lainnya adalah membersihkan injektor menggunakan cairan khusus. Akan tetapi, solusi ini paling efektif jika kotoran yang menumpuk pada injektor mobil Anda belum terlalu banyak. Jenis pembersih injektor ini bervariasi, mulai dari yang berupa cairan langsung tuang atau semprot. Pembersih yang cair dapat dituangkan langsung ke dalam tangki bahan bakar ketika Anda mengisi bahan bakar kendaraan. Sedangkan pembersih semprot dapat digunakan setelah Anda membongkar sistem injektor, sehingga meminta bantuan ahli atau teknisi jelas sangat dianjurkan.

>>> Klik sini untuk simak tulisan review mobil lainnya

Foto mekanik Toyota sedang melakukan tugasnya

Tak bisa tune up sendiri, serahkan kepada ahlinya

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Mungkin anda ingin baca

  • Dengan Alasan Apapun, Modifikasi Tak Resmi 'Pantangan' Bagi Pabrikan
    Perawatan mobil Fatchur Sag

    Dengan Alasan Apapun, Modifikasi Tak Resmi 'Pantangan' Bagi Pabrikan

    15/06/2019

    Terdorong keinginan untuk tampil beda dengan yang lain, modifikasi dipilih sebagai cara alternatif. Sayangnya meski seribu satu alasan dikemukakan, memodifikasi mobil tidak resmi sangat tidak direkomendasikan dan jadi pantangan bagi pabrikan.

  • Jangan Sampai Keliru Dengan Istilah Asuransi Mobil All Risk

    Jangan Sampai Keliru Dengan Istilah Asuransi Mobil All Risk

    13/06/2019

    Mempunyai sebuah mobil merupakan salah satu kebanggaan tersendiri bagi kebanyakan orang. Hal tersebut bukan tanpa alasan, akan tetapi karena kenyamanan yang ditawarkan dan dapat digunakan untuk mendukung s egala aktivitas keseharian. Tidak hanya itu saja, mempunyai mobil juga bisa digunakan untuk pergi liburan ke tempat yang diinginkan. Dalam membeli mobil biasanya akan ada yang namanya asuransi mobil All Risk.

  • Mengetahui Pilar A,B,C,D Pada Mobil Dan Fungsinya

    Mengetahui Pilar A,B,C,D Pada Mobil Dan Fungsinya

    12/06/2019

    Mobil memiliki beberapa komponen yang saling terhubung sehingga bisa membentuk menjadi sebuah kendaraan yang nyaman. Mungkin yang banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya adalah bodi, interior dan juga mesin. Jarang sekali yang mengetahui akan adanya pilar A,B,C,D pada mobil.