Asal Disetting Dengan Tepat, Fitur Sandaran Kepala Bisa Kurangi Dampak Buruk Kecelakaan

14/01/2019| Fatchur Sag

Mobil-mobil tahun 2000-an ke atas kebanyakan sudah menyematkan fitur sandaran kepala atau headrest di semua baris kursi. Ternyata ini bukan pajangan buat tampil keren, namun karena tujuan besar untuk mengurangi fatalitas kecelakaan. Saat terjadi kecelakaan ditabrak kendaraan lain dari belakang, kepala bisa tertahan dengan baik sehingga terhindar dari risiko leher patah yang bisa berakibat sangat buruk mulai kelumpuhan hingga kehilangan nyawa.

>>> Mendesain Sendiri Kursi Mobil, Ini 7 Hal Yang Harus Diperhatikan

Foto Sandaran kepala pada Mercedes-Benz GL400

Sandaran kepala mengurangi dampak lebih buruk kecelakaan

Agar bisa bekerja secara maksimal, fitur sandaran kepala perlu disetting menyesuaikan tinggi rendah pengendara. Nissan Indonesia melalui situs resminya menuliskan tips mengatur fitur sandaran kepala yang tepat:

  • Posisi sandaran setinggi kepala pengendara. Ujung sandaran sejajar dengan ujung kepala, atau paling minim ujung sandaran sejajar dengan ujung telinga. Sandaran terlalu pendek bisa membahayakan pengendara. Saat terjadi tabrakan dari belakang, kepala akan terdorong ke belakang dan leher melengkung ke belakang. Namun karena bantalan dari sandaran kepala, kepala pengemudi akan terpental. Tulang leher yang belum siap menerima hentakan tersebut akan meregang dan bukan tidak mungkin terjadi patah leher. Anda tentu bisa membayangkan, bagaimana berisikonya mobil-mobil zaman dulu yang tidak dilengkapi sabuk pengaman dan tidak ada sandaran kepala.
  • Kepala jangan bersandar langsung dengan sandaran tersebut, paling tidak ada jarak 10-12 cm. Dengan kepala tersandar di sandaran, kepala bakal langsung terlembar ke depan dengan keras dan punya risiko lebih buruk seperti di atas.

Selain dua tips di atas, ada hal lain yang tak kalah penting dari fitur sandaran kepala untuk menjaga kepala tidak terhempas saat mobil ditabrak dari belakang, yaitu pengendara harus selalu gunakan sabuk pengaman meski hanya untuk perjalanan pendek. Tidak boleh memilik pemikiran kalau sabuk pengaman hanya dipakai saat perjalanan jauh saja sebab kalau terjadi benturan baik ditabrak dari belakang atau tabrakan frontal risikoknya sama-sama besar. Selain itu, posisi duduk di kursi juga harus tegap dan lurus ke depan agar saat terjadi tabrak belakang kepala bisa ditangkap sandaran dengan pas.

>>> Pentingnya Memakai Sabuk Pengaman Di Kursi Belakang

Foto pengemudi wanita memakai sabuk pengaman

Sudah ada sandaran kepala, sabuk pengaman tetap wajib dipakai

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Berita sama topik

  • Amankah Menempatkan Tuas Persneling Di Posisi D Saat Lampu Merah?

    18/09/2020| Abdul

    Amankah Menempatkan Tuas Persneling Di Posisi D Saat Lampu Merah?

    Saat berada di jalan raya didapati lampu lalu lintas saat berada di perempatan atau tempat penyeberangan. Dalam hal ini pengguna mobil matik disarankan untuk menempatkan posisi tuas persneling di posisi netral. Lantas bagaimana jika menempatkan tuas persneling di posisi D saat lampu merah?

  • Jangan Mengemudi Sambil Makan, Berbahaya!

    17/08/2020| Fatchur Sag

    Jangan Mengemudi Sambil Makan, Berbahaya!

    Mengemudi sambil makan bisa mengurangi konsentrasi dan fokus pengemudi, sama bahayanya dengan mengemudi sambil menggunakan hp.

  • Head Unit Single Din Dan Double Din, Apa Bedanya?

    10/08/2020| Abdul

    Head Unit Single Din Dan Double Din, Apa Bedanya?

    Bicara tentang audio di mobil kurang lengkap rasanya jika tidak membahas Head Unit. Apa itu head unit? Head Unit (HU) adalah perangkat hiburan pada mobil. Head Unit sesuai namanya memberi dan menampung ruang komponen pendukung hiburan lainnya seperti speaker, amplifier dan subwoofer.

International