Wah, Ternyata Ada Juga Ban Ramah Lingkungan

01/03/2020| Fatchur Sag

Gerakan Go Green menyasar berbagai industri, mulai industri makanan, industri kemasan, hingga industri otomotif. Yang terakhir ini yang sedang digencarkan di berbagai negara. Guna mengurangi pencemaran lingkungan para produsen otomotif dituntut untuk bisa menghadirkan ragam produk yang ramah lingkungan seperti mobil berstandar emisi Euro IV ke atas, mobil hybrid hingga mobil listrik.

Foto bus Listrik anak Bangsa

Hingga mobil niaga pun dibikin ramah lingkungan

Ternyata tak sekadar sumber tenaga kendaraan yang dibikin ramah lingkungan, komponen kendaraan juga mulai dibikin demikian. Seperti ban mobil yang kini bermunculan ban ramah lingkungan atau Eco Tyres. Belum ada patokan yang benar-benar paten untuk ban jenis ini. Tapi yang pasti ban dibikin dengan mempertimbangkan aspek ramah lingkungan baik saat digunakan maupun sudah jadi barang bekas.

Dijelaskan oleh Manager Training PT Sumi Rubber Indonesia (Dunlop), Bambang Hermanu, ban ramah lingkungan tidak menimbulkan pencemaran sejak diproduksi. "Ban ramah lingkungan itu, ketika diproduksi harus ramah lingkungan tidak menimbulkan pencemaran." tuturnya di Cikarang, Jawa Barat belum lama ini.

Kemudian untuk bahan yang digunakan juga bukan material fosil seperti ban pada umumnya. Tujuannya agar saat ban digunakan dan bergesekan dengan aspal tidak menimbulkan polutan. "Ini kalau ban dibuat dari bahan fosil, maka akan sama seperti bahan bakar, itu tidak boleh," tambahnya.

>>> Tahun 2030 Mobil BBM Tak Boleh Beredar Di Jalanan Skotlandia

Ilustrasi ban ramah lingkungan

Jenis ban Eco Tyres tidak menimbulkan polutan

Yang terakhir ban tidak akan menjadi limbah berbahaya saat sudah jadi barang bekas atau sudah tidak dipakai. "Selain itu, ban ramah lingkungan, kalau di recycle atau saat daur ulang ini tidak menimbulkan polusi yang besar. Jadi tidak boleh pakai bahan baku dari fosil atau minyak dibuat dari avtur, Bensin, Pertamax, Pertalite, dan sebagainya, lalu dibuat menjadi karet sintesis. Jika seperti ini akan menghasilkan polusi sama seperti BBM," tambah Bambang.

Berikutnya ban ramah lingkungan membuat kendaraan irit bahan bakar. Ini karena ban memiliki hambatan gulir atau rolling resistant rendah. Gambarannya, misalkan ada dua ban satu ban eco satunya lagi ban non eco digelindingkan bersamaan. Ban eco pasti berhenti lebih jauh.

"Karena ban ini akan memiliki rolling resistance yang lebih rendah, otomatis penggunaan BBM jauh lebih sedikit," jelas Bambang.

>>> Ban Tubeless Kena Paku, Benar Dibiarkan Saja Tak Ditambal?

Foto menunjukkan ban ramah lingkungan Dunlop Enasave EC300+

Enasave EC300+, ban irit BBM dan ramah lingkungan buatan Dunlop

>>> Beragam berita informatif dunia otomotif hanya di Mobilmo

Berita sama topik

  • Logo Baru GM Dihadirkan, Jadi Tanda Masuk Dalam Industri Kendaraan Listrik

    11/01/2021| Abdul

    Logo Baru GM Dihadirkan, Jadi Tanda Masuk Dalam Industri Kendaraan Listrik

    Lohgo baru GM dihadirkan untuk menjadi bukyti bahwa pihaknya telah siap untuk masuk dalam era kendaraan listrik. Bahkan CEO GM menggelontorkan dana besar untuk membuat kendaraan listriknya. Meskipun begitu, sebelumnya GM sudah memperkenalkan produknya dalam segmen mobil listrik yaitu Hummer EV dan Cadillac Lyriq.

  • Hadir Sejak 2005, SPBU Shell Hadir Juga Di Kota Kecil

    11/01/2021| Abdul

    Hadir Sejak 2005, SPBU Shell Hadir Juga Di Kota Kecil

    SPBU Shell saat ini sudah disediakan untuk kota-kota kecil. Karena sebelumnya hanya disediakan untuk kota besar saja. Dengan begitu masyarakat tentunya akan lebih mudah beraktivitas menggunakan kendaraan saat bahan bakar bisa didapatkan dengan lebih mudah.

  • Tambah Lagi 10 SPBU di Lampung Yang Menjual Pertamax Turbo

    11/11/2020| Fatchur Sag

    Tambah Lagi 10 SPBU di Lampung Yang Menjual Pertamax Turbo

    Dengan penambahan 10 outlet baru di awal November 2020, jumlah SPBU di Lampung yang menjual Pertamax Turbo menjadi 25 SPBU yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota.

International