Wajib SNI Ban Vulkanisir, Ini Sisi Positifnya Pendapat Dari Pabrikan

15/03/2020 | Abdul

Ban menjadi salah satu bagian penting pada kendaraan yang berhubungan langsung dengan aspal jalanan. Saat mengganti ban terdapat banyak pilihan, bahkan yang lebih murah juga ada yakni ban vulkanisir. Bahkan wacana wajib SNI ban vulkanisir juga pernah digulirkan oleh pihak pemerintah.

gambar ini menunjukkan banyak ban mobil ditumpuk

Ban vulkanisir mempunyai harga yang lebih murah

>>>  Baca Juga, Michelin Indonesia Hadirkan Ban Baru Khusus Bus dan Truk

Jika membahas mobil baru tentunya tidak akan menyebut ban vulkanisir, karena ban yang digunakan tentunya dalam kondisi baru. Sementara untuk mobil lama masih ada pilihan, mau ban baru atau yang vulkanisir tergantung pemiliknya.

Namun banyak pemilik kendaraan yang lebih memilih ban vulkanisir dibandingkan ban baru. Ban vulkanisir merupakan ban lama yang direkondisi sehingga tampak seperti baru lagi. Yang menjadi daya tarik adalah harganya yang murah serta daya tahan dan kualitasnya yang tidak bisa dianggap remeh. Apabila dilihat dari sisi ekonomi terbilang cukup menguntungkan.

Wacana Wajib  SNI Ban Vulkanisir

Sebelumnya wacana wajib SNI pada ban Vulkanisir  (SNI 3768:2013) pernah dikeluarkan oleh pihak Pemerintah Indonesia dengan melalui Kemenperin (Kementerian Perindustrian) pada pertengahan tahun 2018-2019. Wacana tersebut menjadi salah satu bagian pada PNRT (Program Nasional Regulasi Teknis) tahun 2018-2019. Untuk cakupan program tersebut meliputi :

  • SNI 0098:2012 (ban mobil penumpang)
  • SNI 0099:2012 (ban truk dan bus)
  • SNI 0100:2012 (ban truk ringan)
  • SNI 0101:2012 (ban sepeda motor)

>>> Klik di sini untuk mengetahui informasi tentang review Mobil terlengkap

Gambar ini menunjukkan 2 orang sedang rekondisi ban mobil

Pemerintah memberikan wacana wajib SNI ban vulkanisir pada pertengahan 2019-2018

>>> Ini Alasan Mengapa Ban Di Siang Hari Cepat Nge-Grip Dibanding Malam Hari

Adapun tanggapan dari PT Sumi Rubber Indonesia  yang merupakan produsen ban Dunlop Indonesia yaitu untuk wacana mengenai penerapan SNI pada ban vulkanisir mempunyai dampak positif yang terjadi pada industri ban dalam negeri. Salah satunya adalah mendorong produsen untuk menciptakan ban yang mempunyai rangka lebih baik dan juga lebih berkualitas. Hal tersebut juga mempunyai peran dalam meningkatkan keselamatan di jalan raya untuk para pengendara.

Berkaitan dengan hal tersebut juga dituturkan oleh Hendra Hermawan selaku GM Sales Plan & Admin PT Sumi Rubber Indonesia pada saat berada di sela-sela peluncuran ban Dunlop SP SPORT LM705 yang bertempat di Central Park Meikarta Cikarang.

"Pada dasarnya ada sisi positifnya juga, memperpanjang usia pakai kerangka ban, ya karena bisa divulkanisir. Semakin lama dipakai, semakin sedikit ban dibuang karena bisa dimanfaatkan lagi," tuturnya dikutip dari laman CNN Indonesia pada 21/2/2020.

Untuk sisi positif lain pada wajib SNI ban vulkanisir adalah dengan harga ban yang terjangkau bisa mendapatkan ban vulkanisir yang mempunyai gelar SNI. Selain itu pula menjadi alternatif bagi konsumen yang lebih suka ban vulkanisir karena lebih aman dibandingkan yang abal-abal.

"Kita sih inginnya ada SNI, kita mendukung, karena pertama bisa meningkatkan kualitas produk dan ini akan meningkatkan keselamatan penggunanya dan produk hasil vulkanisir nya juga. Pengusaha yang main vulkanisir juga dituntut punya teknologi kan jadi tidak sembarangan, itu bagi kita positif," lanjutnya.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Gambar ini menunjukkan beberapa ban mobil merek Dunlop

Ban Dunlop sudah terkenal akan kualitas yang dimiliki

Bisnis Ban Rekondisi Dunlop Belum Tertarik

Meskipun telah wajib SNI ban vulkanisir dan juga dampak-dampak yang didapat cukup positif terutama dalam persaingan untuk membuat kualitas dan mutu meningkat. Akan tetapi dari pihak Dunlop mengakui bahwa pihaknya belum tertarik untuk terjun ke dalam bisnis tersebut. Pihaknya lebih fokus ke ban baru, mengingat permintaan ban miliknya terbilang tinggi. Bahkan untuk Indonesia produksinya per tahun telah mencapai 10 juta ban.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Berita sama topik