Masih Ada Salah Paham, Ketahui Perbedaan 4WD Dengan AWD

29/11/2018| Mahmudi Restyanto

Sebuah mobil sejatinya dilengkapi sistem penggerak yang disesuaikan dengan kebutuhan awal diciptakannya mobil tersebut. Namun, masih saja ada pemahaman yang kurang tepat terlebih ketika masuk ke pembahasan soal penggerak 4WD (four-wheel drive) dan AWD (all-wheel drive). Lalu bagaimana penjelasan yang sebenarnya? Apa perbedaan antara keduanya?

>>> Baca juga: Kelebihan Serta Kekurangan Mobil Dengan Sistem Penggerak RWD dan FWD

Mari kita mulai dengan 4WD. Sistem ini bisa dikatakan menjadi yang paling jamak dan familiar di telinga orang awam. Normalnya diciptakan untuk mobil yang didesain khusus melibas jalan off-road. Beberapa contohnya seperti Jeep Wrangler, Toyota Land Cruiser, Land Rover Defender, hingga Mercedes-Benz G-Class.

4WD lebih aman digunakan untuk off-road

Sistem penggerak 4WD lebih aman dan cocok digunakan untuk mobil off-road

Sistem ini menterjemahkan tenaga dari mesin menuju transmisi kemudian membagi rata ke empat rodanya. Dalam bahsa yang sederhana, artinya keempat roda berputar secara bersamaan. 4WD sangat efektif untuk melibas dan bermanuver dalam kondisi jalan yang ekstrim atau saat ban kesulitan mendapat traksi. Agar dapat aktif, bisanya sistem ini dapat dipilih oleh pengemudi melalui transfer case secara manual.

>>> Klik disini untuk mengetahui informasi harga mobil lengkap dengan spesifikasinya!

Sayangnya Ia tidak bersahabat dalam hal penggunaan sehari-hari. Bahkan hal sepele seperti berputar arah saja akan sangat menyulitkan saat sistem ini aktif. Ban bagian dalam seharusnya akan berputar lebih lambat dari bagian luar agar mobil mudah bermanuver. Berbeda saat 4WD aktif yang membuat putaran ban bagian dalam dan luar selalu sama karena terkunci. Akibatnya Anda akan mendengar suara mendecit pada ban ketika hal ini terjadi.

Perbedaan ada pada penggeraknya

Motor penggerak pada sistem AWD yang membuat tenaga tersalurkan ke seluruh roda

AWD adalah sistem yang lebih modern dan sedikit lebih rumit. Sistem ini diciptakan untuk dapat menterjemahkan tenaga dari mesin ke empat roda dengan lebih pintar, baik melalui proses fisik dengan differential atau secara elektronis memanfaatkan sistem pengereman mobil demi mempertahankan traksi yang berbeda-beda di setiap roda. Perlu menjadi catatan bahwa mobil dengan sistem ini tidak perlu diaktifkan oleh pengemudi. Semua pengoperasiannya otomatis dan selalu aktif, diatur oleh ECU (Engine Control Unit) yang dapat memilah untuk memaksimalkan transfer tenaga ke bagian roda yang mendapat traksi saja.

AWD memang tidak sehebat 4WD dalam kemampuannya melibas kondisi off-roda ekstrim di kecepatan rendah. Sebut saja seperti kegiatan rock crawling. Namun, justru sistem ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengendalian mobil dan efeknya memberikan rasa aman di segala cuaca dengan stabilitas mobil yang lebih baik.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Berita sama topik

  • Pengemudi Perlu Lakukan Swab Antigen, Mengapa?

    03/03/2021| Abdul

    Pengemudi Perlu Lakukan Swab Antigen, Mengapa?

    Dorongan untuk melakukan swab antigen ditujukan untuk para pengemudi. Hal tersebut saat ini mulai marak guna untuk melakukan monitoring terhadap penyebaran virus Covid-19. Jadi bagi Sobat yang kerap bepergian dengan mobil pribadi diharapkan untuk melakukannya.

  • Fitur ISOFIX Pada Mobil Ada Di Bangku Kedua, Kenapa?

    18/02/2021| Abdul

    Fitur ISOFIX Pada Mobil Ada Di Bangku Kedua, Kenapa?

    Terdapat alasan mengapa fitur ISOFIX pada mobil ditempatkan pada baris kedua. Tentunya banyak pertanyaan terkait hal tersebut, namun ternyata alasannya berhubungan dengan sistem keselamatan. ISOFIX sendiri ditujukan untuk menempatkan Child Seat yang merupakan sebuah kursi anak untuk dipasangkan di mobil.

  • Mengetahui Seatbelt 3 Titik dan 2 Titik Serta Sejarah 3 Point-Seatbelt

    06/01/2021| Abdul

    Mengetahui Seatbelt 3 Titik dan 2 Titik Serta Sejarah 3 Point-Seatbelt

    Apabila membicarakan soal fitur keselamatan tentunya Sobat pasti tahu yang namanya Seat belt atau sering dikenal dengan nama sabuk pengaman. Fitur ini dapat melindungi pengendara dan penumpang supaya tidak terpental ketika terjadi kecelakaan. Untuk jenisnya ada 2 yaitu seat belt 3 titik (3-Point-Seatbelt) dan 2 titik (Two Point-Seatbelt).

International