Ini Cara Tepat Memperlakukan Transmisi ACT Pada Wuling Confero S ACT 2019

28/06/2019 Arfian Alamsyah Pengemudian mobil

Transmisi ACT atau Automatic Clutch Transmission ini adalah salah satu cara Wuling untuk membuat pengemudi tidak capek saat terjebak di kemacetan. Dan berikut ini kami berikan cara yang tepat untuk memperlakukan transmisi ACT pada Wuling Confero S ACT 2019

Wuling Motor Indonesia memang cukup gemar memberikan kejutan melalui produknya. Setelah Wuling Confero di awal kehadirannya, serta Cortez dan Almaz yang membuat brand Jepang ketar-ketir, beberapa waktu lalu Wuling melansir Wuling Confero S ACT 2019 dengan transmisi pintar ACT yang merupakan akronim dari Automatic Clucth Transmission. Pertama tentu kita pahami dulu apa itu ACT dan cara kerjanya.

Wuling Confero S ACT 2019 berwarna silver

Transmisi ACT yang diusung Wuling Confero S ACT ini merupakan bikinan Jerman

Mesin L2B yang diusung oleh Wuling Confero S ACT ini menyalurkan tenaganya ke dua roda belakang melalui transmisi e-Cluctch bikinan Schaeffler yang aseli Jerman. Schaeffler sudah memiliki reputasi yang baik untuk mendevelop transmisi semi otomatis. Transmisi e-Clutch ini sendiri mengandalkan aktuator mekanis yang berfungsi untuk membebaskan gesekan kopling saat hendak melakukan perpindahan gigi.

>>> Segini ternyata harga jual mobil Wuling terbaru

Mesin L2B Wuling Confero

Mesin L2B lungsuran Chevrolet Spin ini terkenal badak dan minim masalah

Saat mobil dijalankan pertama kali, ada sebuah sensor khusus yang dapat mendeteksi tangan kita sedang berada di tuas transmisinya. Jadi, misalnya saat mulai berjalan dari gigi 1 dan tangan Anda masih menempel pada tuas transmisi, putaran mesin akan ‘dipaksa’ turun oleh komputer ACT. Namun, hal ini hanya berlaku pada gigi 1 saja. Untuk perpindahan gigi dari gigi 2 ke gigi 3 hingga seterusnya sampai gigi 6 hal ini tidak akan terjadi. 

>>> Wah, Wuling segera siapkan pesaing Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, siap-siap ya Astra

Tampak tuas transmisi ACT

Tuas transmisi ACT layaknya transmisi manual saja, dan penggunaannya pun mudah dan menyenangkan

Selain aktuator dan sensor, sistem ACT ini juga menggunakan pressure hidrolik guna membebaskan kopling. Sistem e-Cluctch ini akan bekerja ketika tuas dipindah dan sewaktu idle (saat kondisi gigi 1 masuk). Asyiknya, pindah gigi pada mobil ini seperti motor bebek lama, karena dapat dilakukan dalam kondisi hingga rpm tinggi. Namun saran kami pindahkan saja posisi gigi saat putaran mesin antara 2500 rpm hingga 3000 rpm. Berikut ini adalah tips cara tepat memperlakukan transmisi ACT pada Wuling Confero S ACT 2019 :

1. Saat Mulai Berjalan

Pedal gas dan rem Wuling Confero S ACT

Tak perlu ritual khusus, masukkan gigi dan injak pedal gas untuk berjalan

Injak rem terlebih dahulu, lalu posisikan tuas di posisi 1 dan secara perlahan Anda tinggal menginjak pedal gas sedikit agar mobil dapat berjalan. Bisa dibilang mudah sekali transmisi ACT ini dipergunakan, dan jika Anda sudahh terbiasa akan sangat menyenangkan.

2. Merayap Dikemacetan

Memindahkan tuas transmisi ACT

Posisikan tuas ke gigi satu dan injak gas perlahan untuk dapat merayap di kemacetan

Saat merayap dikemacetan rasa transmisi ACT ini malah mirip AMT, sehingga Anda hanya perlu menekan sedikit demi sedikit pedal gas agar mobil mampu merayap di kemacetan. Bedanya, enggak terasa efek 'nyendal' atau mobil terasa gugup pada transmisi ACT ini.

>>> Ini alasan Wuling menerapkan strategi agresif saat berjualan di tanah air

3. Melakukan Overtaking

Spidometer Wuling Confero

Jika takometer sudah melampaui 3500 rpm sebaiknya segera pindah gigi

Jika Anda hendak melakukan aksi overtaking, Anda tinggal injak pedal gas saja lebih dalam, sambil tetap perhatikan putaran mesin, jika sudah melewati 3500 rpm baiknya segera lakukan up shift, atau sebaliknya jika tenaga terasa agak kurang, lakukan downshift dan injak pedal gas seperti biasa.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

4. Jalan Menanjak

Ban dan pelek Wuling

Karena menggunakan format penggerak roda belakang, Anda tak perlu khawatir akan traksinya saat menanjak

Saat hendak melewati jalan menanjak yang cukup curam, jaga rpm pada putaran mesin 3500 - 4000 rpm agar torsi senantiasa tersedia, dan jika sewaktu-waktu mobil kehabisan tenaga, Anda dapat memindahkan gigi ke posisi yang lebih rendah agar prosesi menanjak lancar. Oh ya, jangan lupa jika terjebak kemacetan di tanjakan, Anda harus menahannya dengan rem.

>>>  Terus ikuti tips & trik seputar otomotif di Mobilmo.com

Mungkin anda ingin baca

  • Minimalkan Korban Kecelakaan, Karoseri Bus Laksana Terapkan Uji Kekuatan Kursi Berstandar Eropa

    Minimalkan Korban Kecelakaan, Karoseri Bus Laksana Terapkan Uji Kekuatan Kursi Berstandar Eropa

    16/07/2019

    Karoseri bus Laksana Ungaran, Jawa Tengah menerapkan standar uji keselamatan Seat and Anchorage Strength Test untuk menghasilkan kekuatan terbaik kursi bus dan anchorage yang terpasang pada struktur bus. Uji kekuatan kursi berstandar Eropa ini dilakukan sebagai upaya meminimalkan korban kecelakaan yang mungkin terjadi saat bus melintas di jalan raya.

  • Mengetahui Cara Kerja Airbag Pada Mobil

    Mengetahui Cara Kerja Airbag Pada Mobil

    11/07/2019

    Beragam teknologi dan fitur disematkan pada mobil untuk mendukung keamanan dan kenyamanan berkendara. Hal tersebut ditujukan kepada pengemudi dan penumpang agar bisa selama perjalanan dapat terasa menyenangkan dan selamat sampai tujuan. Salah satu fitur jaman sekarang yang menjadi standar pada kendaraan adalah airbag. Lantas bagaimana cara kerja airbag?

  • Penting Tak Penting Lampu DRL, Ini Fungsinya Bagi Keselamatan
    Pengemudian mobil Fatchur Sag

    Penting Tak Penting Lampu DRL, Ini Fungsinya Bagi Keselamatan

    10/07/2019

    Lampu Daytime Running Light (DRL) bukanlah lampu utama. Namun, keberadaannya sangat membantu meningkatkan keselamatan pengendara. Sebenarnya seberapa besar lampu DRL dibutuhkan dan apa saja fungsinya, simak info berikut!