Saat Mobil Bisa 'Bicara' Satu Sama Lain, Tak Perlu Ada Lampu Lalu Lintas Di Persimpangan

13/10/2018| Fatchur Sag

Sebuah mobil berhenti di zebra cross

Berhenti di tempat yang salah saat lampu merah

Tak ada yang lebih membahagiakan pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor di jalan raya selain sampai di tempat tujuan dengan cepat dan selamat. Pada kenyataannya, impian ini sering tidak terwujud. Kondisi lalu lintas yang ramai karena populasi kendaraan makin banyak membuat kendaraan tak bisa melaju cepat sesuai keinginan. Belum lagi kalau macet dan tak bergerak, tak hanya gagal tepat waktu sampai di tujuan tapi juga bikin stres yang berujung pada perilaku berkendara yang membahayakan.

Keberadaan lampu lalu lintas di persimpangan berperan besar pada kelancaran lalu lintas karena kendaraan bisa silih berganti melintas menuju jalurnya masing-masing satu sama lain tanpa khawatir bakal bertabrakan satu sama lain. Tapi di satu sisi keberadaan lampu lalu lintas acap bikin stres para pengemudi. Mereka membayangkan sejumlah waktu yang dianggapnya 'terbuang sia-sia' hanya untuk menunggu lampu merah menjadi hijau. Coba berhitung, saat mobil masuk kawasan persimpangan pas lampu merah dan berada di ujung paling belakang. Begitu lampu merah berubah hijau, lalu lintas tidak serta merta terurai. Butuh waktu beberapa detik bagi mobil di belakang untuk bisa melaju ke depan. Saat sudah sampai depan, tiba-tiba lampu menyala lagi. Situasi seperti ini yang sering dikeluhkan para pengemudi kendaraan bermotor baik mobil maupun motor karena dianggap buang-buang waktu.

>>> Baca juga: Menerobos Lampu Merah Lebih Rela Hilang Nyawa Daripada Hilang Waktu 1 Menit

Mobil tabrakan di persimpangan

Tabrakan di persimpangan lebih banyak disebabkan faktor manusia

Karena ini pula, produsen otomotif asal Amerika, Ford menggagas sebuah ide cukup ekstrim, yaitu menghilangkan lampu lalu lintas agar pengendara tak terjebak kemacetan di persimpangan. Secara logika kalau tak ada lampu lalu lintas mobil punya kesempatan tetap melaju dan tak perlu membuang waktu buat menunggu lampu merah jadi hijau. Dalam perhitungan Ford, pengendara mobil menghabiskan rata-rata dua hari dalam setahun hanya untuk menunggu lampu merah berganti menjadi hijau. Lalu bagaimana gagasan ini bisa diterapkan, bukannya ini sebuah ide gila yang tak mungkin terwujud?

>>> Mungkin Anda tertarik, Banyak tulisan review mobil yang tertarik hanya ada di sini

Bukan Ford kalau tak ada solusi dalam setiap gagasannya. Lewat sebuah video pendek, seperti dilansir dari carscoops (Kamis, 11/10/2018) gagasan menghilangkan lampu lalu lintas di jalan raya bisa diwujudkan asalkan mobil bisa 'bicara' satu sama lain melalui sebuah teknologi yang disebut dengan Intersection Priority Management (IMP). Teknologi ini memungkinkan terjadinya koordinasi dan pengaturan kecepatan antara mobil satu dengan yang lain sehingga tidak terjadi saling bertabrakan. Sudah pasti untuk hal mobil harus benar-benar sudah terkoneksi.

Sebagai gambaran adalah mobilitas manusia, seramai apapun orang berjalan di persimpangan bertemu dengan banyak orang mereka nyaris tak pernah tabrakan. Dengan adanya pengaturan kecepatan dan koordinasi dengan kendaraan lain melalu teknologi Intersection Priority Management (IMP) dimungkinkan kendaraan tidak akan banyak berhenti sebelum sampai di tempat tujuan tanpa terjadi tabrakan.

>>> Baca juga: Memahami Teknologi VTEC Economy Honda Lebih Dalam

Mobil berpapasan di persimpangan

Teknologi Intersection Priority Management (IMP) memungkinkan mobil terkoneksi satu sama lain

Ford optimis teknologi Intersection Priority Management (IMP) bisa mengurangi risiko kecelakaan di persimpangan secara signifikan. Sekedar informasi, dari banyak kasus kecelakaan yang terjadi di Amerika Serikat 40 persennya terjadi di persimpangan karena kegagalan pengemudi melihat kendaraan lain yang tertutup bangunan dan tidak adanya komunikasi. Pun demikian dari 35.000 kasus kematian yang disebabkan kecelakaan, 20 persennya terjadi di persimpangan.

>>> Membeli mobil baru, cek daftar harga mobil terupdate dan terlengkap di Mobilmo.com

Bagaimana guys, cocok tidak bila diterapkan di Indonesia? Lihat videonya berikut ini!

>>> Beragam berita informatif dunia otomotif hanya di Mobilmo

Berita sama topik

International