Ternyata Angkutan Umum Jenis Baru Itu Transmover, Bukan Avanza

30/12/2017| Mobilmo.com

Simpang siur mengenai armada Toyota yang bakal disiapkan sebagai angkutan umum sedikit menemui kejelasan. Melalui perwakilannya, Toyota menjelaskan kalau model yang bakal digunakan adalah Transmover, bukan Avanza seperti yang diberitakan di beberapa media online beberapa waktu belakangan. PT Toyota Astra Motor (TAM) adalah salah satu dari para Agen Pemegang Merek yang dilibatkan dalam pembahasan mengenai jenis mobil yang bakal digunakan sebagai angkutan umum terbaru.

Sesuai dengan regulasi pemerintah melalui Permenhub No. 29 Tahun 2015 yang mengatur tentang Standar Pelayanan Minimal, semua angkutan umum harus dilengkapi dengan pengatur suhu atau AC demi menunjang kenyamanan penumpang. Aturan ini kemudian dikembangkan oleh Organda yang mengusulkan agar formasi angkutan umum tidak lagi berhadap-hadapan antar penumpang di sebelah kiri dan kanan. Tapi menghadap ke depan selayaknya mobil pribadi. Beberapa produsen mobil digandeng untuk kelancaran pembahasan hal tersebut. Termasuk adalah Toyota yang beberapa waktu lalu beredar kabar, kalau produk andalannya yaitu Avanza bakal dipakai sebagai angkutan umum. General Manager Executive PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto akhirnya memberikan koreksi bahwa bukan Avanza yang disiapkan menjadi armada angkutan umum, tapi Transmover. Avanza tetap akan digunakan untuk memenuhi konsumen pribadi, bukan transportasi publik.

"Jadi (untuk angkot) bukan Avanza, tetapi Transmover. Sebab, Avanza tidak dijual untuk publik transportasi," tutur Soerjo kepada awak media, Kamis (28/12/2017) lalu. Seperti diketahui, Transmovera adalah model yang sengaja dibuat untuk digunakan sebagai sarana transportasi publik atau angkutan umum. Awalnya model ini hadir karena permintaan beberapa perusahaan taksi yang pengin menggunakan armada yang lebih besar dan lapang dibanding sedan, namun dengan harga yang terjangkau serta biaya perawatan yang murah. Secara otomatis karena peruntukannya adalah untuk angkutan umum dan bukan untuk pribadi, setiap pembeli Transmover harus bisa menunjukkan bukti badan hukum.

Terkait dengan usulan Organisasi Pengusahan Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) yang menginginkan formasi kursi penumpang menghadap kedepan, PT TAM mengaku tidak masalah, karena memang sejak awak jok Transmover sudah menghadap ke depan. Perubahan paling pada penataan kursi baris kedua yang hanya dua jok berdampingan di sebelah kanan. Sebab di bagian kiri bakal kosong sebagai akses keluar masuk penumpang di baris ketiga. "Mereka meminta agar bangku di baris kedua untuk dua orang sehingga penumpang di baris ketiga bisa keluar masuk dengan leluasa," tutur Soerjo.

International