Ground Clearance All New Rush Dan All New Terios Lebih Tinggi 1 Inci Dari Model Lama

25/11/2017| Mobilmo.com

Salah satu update dari si kembar SUV Toyota Rush dan Daihatsu Terios menjadi All New Rush dan All New Terios adalah ground clearance yang dibuat lebih tinggi. Pada model sebelumnya, Toyota Rush dan Daihatsu Terios memiliki dimensi panjang 4.385mm x lebar 1.695mm x tinggi 1.695mm. Dengan sumbu roda 2.685 mm dan jarak ketinggian dari tanah atau ground clearance 200 mm. Sementara untuk All New Rush dan All New Terios mempunyai dimensi lebih panjang dan lebih tinggi. Panjangnya 4.435mm, lebar 1.695mm dan tinggi 1.705mm. Untuk sumbu roda memiliki ukuran 2.685 mm, sedangkan ground clearance adalah 220mm.

PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku produsen bersama dengan PT. Toyota Astra Motor (TAM) yang juga produsen dari model kembar sebelumnya yaitu Avanza – Xenia, Agya – Ayla dan Calya – Sigra memberikan penjelasan terkait dengan model baru yang lebih tinggi ini. Pradipto Sugondo selaku Pejabat Eksekutif Bagian Penelitian dan Pengembangan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menuturkan, dua model baru All New Rush dan All New Terios sengaja dibuat lebih tinggi agar lebih mudah digunakan di berbagai kondisi jalan. Tidak melulu untuk jalanan yang halus rata, tapi juga mudah melibas jalananyang berkarakter tidak rata maupun jalanan pegunungan.

"Kami sudah memperhatikan karakteristik jalan-jalan di Indonesia yang beraneka ragam," tutur Pradipto di sela acara peluncuran All New Terios di Jakarta, Kamis 23 November 2017. Selain pembaruan pada sisi dimensi yang dibuat dengan ukuran lebih dari model sebelumnya, bagian kaki-kaki juga mengalami perubahan. All New Rush dan All New Terios menggunakan velg ukuran 17 inci, naik satu inci dari model sebelumnya yang masih memakai velg ukuran 16 inci.

Satu lagi keistimewaan yang diklaim Pradipto, dengan jarak dari tanah yang cukup tinggi membuat duo SUV baru tersebut diyakini lebih aman dalam melibas jalanan yang tergenang air. Utamanya di jalanan ibu kota yang memiliki ketinggian sangat rendah dari permukaan laut dan sering terjadi genangan air. "Jadi untuk keadaan banjir, (ketinggian) ini jauh dari permukaan air," sambung Pradipto.