Agar Tak Celaka, Berkendara Harus Santun, Beretika Dan Sadar Logika

20/12/2017 | Mobilmo.com

"Sadar logika kalau jalan raya tempatnya keselamatan dan kecelakaan"

Jalanan yang lengkap dengan sarana pendukung keselamatan adalah harapan setiap pengguna jalan raya. Pada kenyataannya, tidak setiap inci jalan raya memiliki. Beberapa titik terkadang memang tidak memungkinkan untuk diberi pembatas seperti jalanan yang dipinggirnya adalah area persawahan atau lokasi properti seperti kios dan rumah tinggal.

Berharap pada instansi yang berkepentingan membuat kebijakan untuk membereskan persoalan itu bukan sesuatu yang mudah. Mau tidak mau, pengguna jalan-lah yang mesti waspada dan sadar logika bahwa di lokasi yang dilintasinya adalah minim sarana keselamatan. Antisipasi agar tidak celaka adalah hal wajib untuk diperhatikan dengan cara berkendara yang benar dan beretika. "Mengemudi aman terampil dan benar, dasarnya adalah logic driving. Ketika kondisi jalanan tidak logis maka kita harus mengubah kecepatan. Misalnya memasuki area jalanan tanpa pembatas jalan, maka tetap perlu waspada dengan menurunkan kecepatan," tutur Jusri Pulubuhu selaku Pegiat safety driving sekaligus Training Director dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada media beberapa hari lalu.

Yang kerap terjadi di lapangan, banyak pengemudi terlalu yakin dan percaya diri dengan skill yang dimiliki sehingga tidak sadar bahwa faktor keselamatan tidak hanya karena keahlian berkendara. Dia menjadi kurang waspada dan perhatian pada keadaan di sekitar dan memacu kendaraan dengan kencang alias ngebut. Sekali lagi, kecelakaan dan keselamatan bukan hanya karena faktor keahlian dalam berkendara. Banyak faktor di luar pengemudi kadang menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan. Contohnya ada orang yang melintas secara tiba-tiba, pengendara di pinggir yang masuk ke bahu jalan tanpa aba-aba dan lain sebagainya. Faktor-faktor semacam itu semestinya juga ikut jadi bahan perhitungan kala melintas di jalan raya.

"Kadang logika kita kontra produktif. Kita tak pakai logika (menyadari) bahwa jalan raya milik bersama. Ada orang lain yang juga menggunakannnya dan macam-macam tipikalnya, ada yang tertib dan juga melanggar. Hal ini yang kadang-kadang kita enggak gunakan ke logika," tutur Jusri. Kalau sudah celaka atau mencelakai orang lain baru sadar kalau cara berkendaranya tidak benar. Sudah begitu terkadang masih menyalahkan orang lain yang dianggapnya bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa. So, jadilah pengendara yang baik, santun, beretika, dan sadar logika.