Panduan Lengkap Perawatan Mobil Matik Agar Awet Dan Berumur Panjang
05/08/2017 | Mobilmo.com
Di tengah persaingan produksi mobil matik dari berbagai produsen mobil didunia tenyata, masih banyak juga orang yang masih enggan membeli mobil matik. Hal tersebut dikarenakan adanya mitos tentang kwalitas mobil matik yang mudah ringkih. padahal mitos tersebut tenyata terbukti tidak benar dan salah.
Perawatan mobil matik
- Ikuti buku petunjuk perawatan berkala kendaraan istilah lainnya buku service yang diterbitkan oleh pabrik.
- Pastikan penggantian oli matik sesuai jadwal di buku service dan menggunakan oli yang disarankan pabrikan.
- Dalam pemakaian setiap hari, dari mulai kendaraan pembelian baru/bekas coba rasakan (tenaga, suara mesin, perpindahan giginya) pastikan tidak ada perubahan. Apabila menemukan keanehan/kejanggalan dibanding kondisi normal segera periksa ke bengkel resmi untuk dianalisa lebih lanjut (jangan dibiarkan terjadi lama). Bila dibiarkan akan memperparah kerusakan dan biaya akan semakin besar.
- Pastikan jumlah oli matik pada level standar (level garis tertinggi). Lakukan pemeriksaan oli matik saat kondisi mesin hidup dan dalam temperatur kerja mesin. Periksa jumlah oli matik dan kualitas oli matik dalam level standar.
- Apabila menemukan level oli matik berkurang segera periksa lantai garasi apakah ada kebocoran oli matik. Bisa juga datang ke tempat cuci mobil yang menggunakan lift untuk diangkat dan diperiksa bagian kolong kendaraannya. Untuk kondisi seperti ini segera ditambahkan jumlah oli matik agar kembali dalam kondisi standar sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di bengkel. Nyawa atau kehidupan transmisi matik ditentukan oleh jumlah dan kualitas oli yang sesuai standar.
- Cara pengendaraan dalam kondisi normal tidak dipaksakan (pengendaraan kasar).
- Pahami cara kerja dan fungsi transmisi matik: P = Parkir, digunakan saat parkir, menambah kekuatan rem tangan/rem kaki agar kendaraan tidak bergerak saat posisi parkir. Digunakan juga untuk posisi awal menghidupkan mesin. R = Reverse, digunakan untuk pengendaraan sehari-hari untuk mundur. N = Netral, pada posisi ini kendaraan bisa didorong saat parkir. Digunakan juga untuk posisi awal menghidupkan mesin D = Drive, digunakan untuk pengendaraan sehari-hari untuk maju, baik kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi. 2 = Second, digunakan untuk pengendaraan yang membutuhkan pengereman (+/-). Kecepatan yang disarankan 0 - 40 km/jam terutama saat turunan yang agak tajam. Saat di posisikan 2, kecepatan kendaraan secara sistim transmisi hanya dilayani pada posisi gigi 1 dan gigi 2 saja. L = Low, digunakan pada kondisi jalan tanjakan yang tinggi atau turunan yang curam. Posisi gigi matik hanya dilanyani pada posisi gigi 1. Tidak akan terjadi perpindahan gigi selanjutnya. Di sejumlah mobil ada modus; S + = Model sport untuk menambah gigi percepatan berikutnya, bekerjanya sesuai dengan selera pengemudi. S - = Model Sport untuk mengurangi gigi percepatan dari gigi tinggi menuju gigi di bawahnya, bekerjanya sesuai dengan selera pengemudi. M = Sitem Manual untuk pengoperasian posisi S harus diubah dulu ke posisi M.
- Pastikan mesin dalam kondisi sehat terutama pada baterai (aki) karena digunakan untuk memutar starter agar mesin bisa hidup tanpa didorong.
- Pemeriksaan baterai, cukup lihat jumlah air pada baterai dalam kondisi cukup pada level H.
- Pastikan tersedia kabel jumper baterai pada kendaraan matic sebagai persiapan apabila terjadi kondisi darurat (saat baterai lemah).
CARI BERITA
Berita mobil populer
Review mobil populer

Spesifikasi Mobil Suzuki Karimun Wagon R Blind Van 2015 : Kendaraan Pekerja Keras Dengan Kargo Luas

Review Toyota Avanza 2008 : Mobil MPV Keluarga Dengan Kaki-Kaki Yang Sangat Baik

Spesifikasi Mobil Daihatsu Taft 1996 : Mobil 90-an Bisa Untuk Bernostalgia

Spesifikasi Mobil KIA Sedona 2016 : MPV Premium Temani Perjalanan Bersama Keluarga