4 Masalah Pada Bodi Mobil Bikin Tampilan Kurang Menarik

14/09/2018 Abdul Kosim Perawatan mobil

Tampilan Mobil yang bersih dan mengkilap pemilik Mobil bangga. Hal tersebut dikarenakan bisa menjaganya dengan maksimal sehingga tidak ada masalah yang terjadi. Disamping hal tersebut, terdapat masalah pada bodi Mobil yang bisa mengancam. Akibatnya jika terkena membuat tampilan menjadi kurang menarik.

Adapun masalah pada bodi Mobil yang terjadi bisa karena beberapa hal. Oleh sebab itu apabila mengalaminya harus segera dilakukan perawatan, supaya bodi Mobil kembali kinclong dan tampilannya menarik.

Berikut ini 4 masalah pada bodi Mobil yang dapat membuat tampilan kurang menarik.

1. Getah pohon dan kotoran hewan

Pada saat melakukan perjalanan dan parkir di bawah pohon, bisa saja terkena getahnya. Kadang juga ada kotoran burung yang tanpa disadari telah mengenai bodi Mobil. Tentunya hal ini cukup menyebalkan, oleh sebab itu jika diketahui segera bersihkan.

Gambar ini menunjukkan atap mobil warna silver dan terdapat beberapa kotoran burung

Setelah bepergian dan parkir di bawah pohon periksa bagian atap, siapa tahu ada kotoran burung (Foto: autonxt)

Apalagi saat getah pohon atau kotoran hewan menempel pada bodi terlalu lama, dapat berpotensi merusak cat bodi Mobil. Hal tersebut dikarenakan sifatnya yang abrasif dan mempunyai tingkat keasaman yang cukup tinggi.

>>> Klik di sini untuk mengupdate informasi tentang tips perawatan lainnya

2. Karat

Masalah pada bodi Mobil selanjutnya yang dapat terjadi adalah munculnya karat pada bodi. Akibat adanya karat dikarenakan proses logam (fe) yang bersentuhan dengan air (H2O) ataupun udara (O2). Sehingga menghasilkan reaksi ketiga yaitu menjadi karat (fe203). Maksudnya adalah adanya reaksi oksidasi yang terjadi antara material bahan metal dengan oksigen.

Gambar ini menunjukkan gagang Mobil warna silver dan di bawahnya dalam keadaan berkarat

Berikan lapisan anti karat untuk menghindari munculnya karat pada kendaraan (Foto: ridetime.ca)

Pada kendaraan menggunakan bahan besi yang memiliki resiko terkena karat cukup tinggi. Dengan begitu dari pihak produsen kendaraan biasanya melapisinya dengan cairan anti karat untuk menjaga kondisinya tetap baik. Pengecatan juga dilakukan supaya tidak terjadi korosi. Akan tetapi beberapa hal dapat membuat cairan anti karat ini terkikis dan lama kelamaan hilang seperti terkena benturan, gesekan, lumpur dan lainnya.

Setelah cairan anti karat hilang, selanjutnya bahan besi pada kendaraan menjadi terekspos sehingga reaksi oksidasi yang dapat menimbulkan karat akan dimulai. Jadi apabila dirasa cairan anti karat telah hilang sebaiknya dilakukan pemberian cairan kembali untuk menjaga kondisi bodi Mobil.

>>> Baca juga, Cara Membersihkan Kolong Mobil Tanpa Merusak Cairan Anti Karat

3. Timbul jamur

Bodi Mobil juga terlihat kurang menarik jika terdapat jamur yang menempel. Pada umumnya hal ini disebut dengan waterspot yang penyebabnya adalah air tanah dan juga air hujan yang mempunyai kandungan zat besi. Saat menempel pada bodi dan mengering  maka berubah menjadi bercak.

Gambar ini menunjukkan waterspot atau jamur pada kaca Mobil belakang dan terdapat beberapa garis warna kuning

Jamur pada kaca Mobil membuat tampilan menjadi kurang menarik (Foto: scrubscardetailing)

Jadi apabila tetesan air hujan atau setelah mencuci dan tidak dilakukan pengelapan atau pengeringan, maka dapat timbul bercak. Jadi setelah terguyur air hujan ataupun habis mencuci lakukan pengelapan menggunakan kanebo atau kain yang dapat menyerap air dengan maksimal.

>>> Mungkin tertarik, Harga Honda Terbaru di Indonesia​

4. Penyok pada bodi

Masalah pada bodi Mobil yang dapat mengganggu tampilan kendaraan adalah penyok. Pada umumnya hal ini disebabkan akibat menabrak benda keras atau bersenggolan dengan kendaraan lain. Apabila ingin memperbaikinya maka yang perlu dilakukan adalah dengan mendempulnya dan juga dicat ulang.

Gambar ini menunjukkan bodi Mobil warna silver dalam keadaan penyok

Bodi yang penyok dapat dilakukan perbaikan dengan beberapa cara (Foto: thedentmasterderby)

"Kalau cara atasi penyok di bodi mobil biasanya tinggal di ketok saja, setelah itu di dempul lagi, dihaluskan dengan amplas terakhir di cat," ucap Jeck Jama Pemilik Bengkel Dua Saudara, Siaga Raya, Jakarta Selatan.

Akan tetapi ternyata ada juga perbaikan yang dapat dilakukan jika penyok tanpa perlu cat ulang. Untuk namanya sendiri adalah PDR (Paintless Dent Remover). Dalam prosesnya menggunakan alat khusus. Hanya saja kelemahannya adalah hanya pada beberapa bagian saja, jika penyok yang terjadi dengan sudut runcing serta dekat pilar Mobil maka tidak bisa dilakukan.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Mungkin anda ingin baca

  • Penyebab Kerusakan Kaca Depan Mobil Dan Cara Menghindarinya
    Perawatan mobil Abdul Kosim

    Penyebab Kerusakan Kaca Depan Mobil Dan Cara Menghindarinya

    20/09/2018

    Beberapa bagian pada Mobil memang rawan mengalami kerusakan. Hal tersebut memang wajar karena dipakai, kalau ingin aman ditempatkan di garasi rumah. Adapun yang bisa dilakukan adalah meminimalisir dan mencegah supaya tidak terjadi masalah, salah satu bagian yang rawan adalah kaca depan. Lantas apa penyebab dan bagaimana cara mencegah kerusakan kaca depan Mobil?

  • Memasang Busi Racing! Hati-Hati Ada Efeknya
    Perawatan mobil Abdul Kosim

    Memasang Busi Racing! Hati-Hati Ada Efeknya

    17/09/2018

    Mobil merupakan salah satu tunggangan yang nyaman dan telah didesain sedemikian rupa oleh pihak produsen. Bahkan dari segi performa juga telah mumpuni dan sesuai dengan jenis kendaraannya. Namun kadang terdapat pengendara yang merasa kurang dan ingin meningkatkan performanya. Salah satu hal yang kerap dilakukan adalah melakukan modifikasi mulai dari mengganti filter udara sampai memasang busi racing.

  • Awas, Vampire Oil Syndrom Pada Mesin Nissan HR15DE
    Perawatan mobil Arfian Alamsyah

    Awas, Vampire Oil Syndrom Pada Mesin Nissan HR15DE

    16/09/2018

    Mesin berkode HR15DE pertama kali digunakan di Nissan Tiida di Jepang. Mesin ini sangat diunggulkan karena memiliki tingkat efisiensi yang baik dan juga memiliki performa yang baik. Tak heran, jika mesin berkonfigurasi 4 silinder segaris ini didaulat oleh PT. Nissan Motor Indonesia untuk kemudian disematkan pada salah satu produk MPV low andalan mereka, yaitu Nissan Grand Livina, dan Nissan Livina series. Awas, Vampire Oil Syndrom pada mesin Nissan HR15DE.