7 Kebiasaan Buruk Yang Sering Dilakukan Pengemudi Mobil Transmisi Manual

02/10/2017| Mobilmo.com

Akhir-akhir ini pengguna mobil matic memang mengalami peningkatan yang lumayan pesat. Bisa dibuktikan dari beberapa merek baru yang meluncur, penjualan mobil bertransmisi otomatis nampak menyalip penjualan model mobil transmisi manual. Contoh paling dekat adalah Suzuki Baleno Hatchback dan Mitsubishi Xpander. Dua model tersebut adalah model terbaru dari masing-masing pabrikannya. Dari dua varian yang ditawarkan matic dan manual, model transmisi otomatis adalah yang paling laris bagi keduanya.

Meski demikian, secara total pengguna mobil transmisi manual tetap jauh lebih besar mengingat model ini sudah digunakan sejak lama sebelum transmisi otomatis muncul. Bahkan banyak pengemudi yang terkesan fanatik dengan mobil tiga pedal ini. Ada banyak alasan mengapa transmisi manual menjadi pilihan bagi para pembeli mobil. Faktor harga misalnya, menjadi salah satu hal penting dipertimbangkan. Bila dengan transmisi manual saja kebutuhan alat transportasi yang nyaman dan sesuai kebutuhan bisa didapat, mengapa mesti mengeluarkan uang lebih hanya untuk pilihan transmisi. Alasan kebiasaan juga menjadi salah satu faktor mobil transmisi manual lebih dipilih, baik dari kebiasaan mengemudi maupun dalam merawat kendaraan. Pengendara lebih memilih tidak repot atau “kagok” untuk hal-hal tersebut. Satu lagi alasan yang sering menghinggapi perasaan pengemudi mobil transmisi manual, yaitu lebih keren karena lebih skill full dalam hal berkendara dibanding mengemudikan mobil matic. Alasan yang terakhir ini sebenarnya tidak selalu begitu. Tidak selalu pengemudi mobil transmisi manual memiliki kemampuan mengoperasikan kendaraan yang hebat dan mumpuni. Banyak diantara mereka yang masih sering melakukan kebiasaan buruk saat mengemudi.

Marcell Kurniawan, selaku Training Director Real Driving Center (RDC) dan Anjar Rosjadi, selaku Technical Service Division Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencoba membagikan kepada media kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut kepada media. Setidaknya ada 7 kesalahan yang dilakukan pengemudi saat mengoperasikan mobil transmisi manual. Meski jarang menimbulkan kecelakaan yang membahayakan, tapi kebiasaan buruk itu berdampak pada kerusakan komponen mobil dan pemakaian bahan bakar yang boros. Berikut 7 kebiasaan buruk yang sering dilakukan pengemudi mobil transmisi manual
  1. Kaki selalu dalam posisi standby di pedal kopling. Meski hanya sekedar menempel, kaki bisa saja sedikit menekan pedal tanpa disadari. Hal ini bisa menyebabkan kampas kopling cepat aus. Karena itu kaki sebaiknya turun dari pedal kopling saat mobil sedang melaju lancar.

  2. Tidak suka di posisi netral. Meski dalam keadaan berhenti lama, kaki selalu saja menginjak pedal kopling. Walhasil, otot kaki jadi pegal akibat terlalu lama menahan. Sebaiknya gunakan rem tangan saat berhenti agak lama di lampu merah, atau saat berhenti di tanjakan dan hindari penggunaan setengah kopling.
  3. Menginjak pedal gas ketika kendaraan akan mulai jalan. Sebetulnya hal ini tidak begitu perlu dilakukan terutama pada jalan yang rata. Cukup dengan memainkan kopling saja mobil sudah bisa melaju. Baru kemudian gas ditambah sedikit demi sedikit. Efek kebiasaan ini adalah pemakaian bensin yang lebih boros.
  4. Lebih banyak mengandalkan rem belaka saat mengurangi kecepatan dan tidak kurang memanfaatkan engine brake. Hal ini bisa membuat umur pakai rem lebih pendek dan bahan bakar juga lebih boros.
  5. Pada saat pindah gigi transmisi, pedal kopling tidak diinjak secara penuh. Bila hal ini jadi kebiasaan akan cepat merusak dog clutch pada transmisi.
  6. Posisi gigi transmisi tidak sesuai dengan kecepatan laju mobil. Saat mobil melaju, posisi gigi transmisi harusnya sesuai dengan kecepatan. Saat mobil berjalan lambat, gunakan gigi rendah. Pindah posisi gigi lebih tinggi bila kecepatan kendaraan juga bertambah. Malas berpindah gigi bisa mengakibatkan dua efek buruk, yaitu mobil kehilangan tenaga dan bisa membuat konsumsi bahan bakar jadi boros.
  7. Berpindah gigi transmisi pada putaran mesin tinggi (lebih dari 2.500 rpm). Kebiasaan ini bisa membuat bahan bakar terbuang percuma.
Nah, jadi tahu kan, ternyata tak selalu pengemudi mobil transmisi manual berstatus skill full.

International