Mitsubishi Xpander Datang, Pasar Mobil Bekas Goyah

29/08/2017 | Mobilmo.com

Munculnya Mitsubishi Xpander mendapat respon positif dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Dari awal peluncuran di GIIAS 2017, BSD City, Tangerang pesanan kendaraan hampir tidak berhenti. Bahkan hanya dalam waktu 2 pekan saja, mobil Low MPV terbaru dari Mitsubishi sudah membukukan penjualan sebanyak 11.521 unit Surat Pemesanan Kendaraan. Angka itu akan terus bertambah seiring bertambahnya hari. Perolehan yang luar biasa di awal kehadirannya ini seakan menjadi sebuah tanda bahwa Xpander benar-benar siap untuk menjegal para kompitornya di segmen LMPV macam Mobilio, Ertiga, Xenia dan juga mobil sejuta umat Avanza. Tidak hanya merebut tahta mobil baru, Xpander juga perlu diwaspadai para pelaku pasar mobil bekas.

Munculnya Mitsubishi Xpander mengusung desain yang berbeda namun futuristik, juga harga yang nyaris setara. Mau tidak mau para kompetitor baik dari kalangan mobil baru maupun mobil bekas harus membuat strategi baru. Mereka berusaha mempertahankan perolehan penjualan dengan berbagai cara. Termasuk merubah strategi penjualan dengan cicilan ringan dan banyak diskon. Diskon, tentu saja akan memotong harga mobil baru menjadi lebih rendah dari harga normal sehingga akan berpengaruh pada harga jual mobil bekas. Secara siginifikan dampak ini memang belum terlihat karena mobil baru Mitsubishi Xpander juga masih dalam tahap pemesanan. Akan tetapi bagi sebagian pedagang mobil bekas, kondisi ini mulai terasa. Salah seorang pedagang mobil bekas di kawasan Kemayoran Jakarta mengatakan, efek kemunculan Xpander memang belum terasa banget bagi penjualan mobil bekas. Tapi untuk mobil baru yang setara LMPV Mitsubishi Xpander macam Xenia, Avanza dan kawan-kawan, harga mulai ada penurunan karena menyesuaikan keadaan. "Dampak untuk mobil baru sudah bisa dilihat, dari beberapa berita bilang penjualan untuk MPV murah sekelas Xpander down. Kalau untuk mobil bekas memang secara langsung efeknya belum terasa, tapi akibat Xpander mobil bekas seperti Avanza, Mobilio, Xenia, dan Ertiga ada penyesuaian (harga), lebih turun dari dua bulan lalu," kata Teddy sebagai salah satu pemilik showroom mobkas di MGK-Kemayoran kepada media, Sabtu (26/8/2017).

Lampu kuning Apa yang disampaikan Teddy senada dengan apa yang dikatakan Herjanto Kosasih. Sebagai Manager Senior WTC Mangga Dua dan juga seorang pengamat pasar mobil bekas, Herjanto menilai terdapat tren penurunan terhadap penjualan mobil-mobil bekas segmen Low MPV. Belum banyak memang atau hanya 10 persen bila dibanding bulan sebelumnya, tapi hal ini perlu diwaspadai oleh lawan-lawannya, Avanza dan kawan-kawan. Terlebih bila nanti Mitsubishi Xpander sudah masuk pasar mobil bekas, tentu pasaran mobil bekas para kompetitor akan lebih kencang bergoyang. "Misal Avanza 2014 matik biasanya dijual Rp 140-150 juta, sekarang mungkin drop bisa sampai Rp 130-135 juta, ini baru Avanza, belum Xenia, Ertiga, atau Mobilio. Efek dominonya banyak, contoh dengan harga yang turun otomatis pedagang beli mobil bekas dari pemakai juga incar harga murah, ini sih wajar," ujar Herjanto. Dia juga menegaskan, koreksi harus segera dilakukan oleh Avanza cs bila tidak ingin ketiban dampak besar. Selama ini memang ada over price bagi rata-rata model Low MPV.

Selain koreksi dari sisi harga, tak kalah penting untuk dilakukan adalah peluncuran model baru sesegera mungkin. Hal ini berguna untuk memecah konsentrasi publik pada satu hanya satu merek Mitsubishi Xpander. "Xpander bisa jadi barometer model dan harga, kita tahu rata-rata small MPV yang ada saat ini seakan over price. Ini jadi warning, bagi Toyota, Honda, Daihatsu, dan Ertiga untuk mengoreksi bahkan segera mungkin meluncurkan model baru. Kalau tidak, dampaknya bisa besar di kelas mobil baru atau bekas, apalagi saat Xpander sudah masuk pasar mobkas," sambung Herjanto.