Mengejutkan, Daihatsu Akui Xpander Bakal Kuasai Pasar Low MPV Tahun 2018

16/01/2018 | Mobilmo.com

Daihatsu Akui Xpander Bakal Kuasai Pasar Low MPV Tahun 2018.

Cerita baru tertoreh dalam bisnis otomotif dalam negeri usai kehadiran Mitsubishi Xpander. Model baru yang diterjunkan di kancah pertarungan pasar Low MPV itu begitu menggoda selera konsumen Indonesia. Antusiasme masyarakat terlihat dari sejak pertama kalinya Xpander diluncurkan pada pameran otomotif GIIAS BSD City Agustus 2017 silam. Dan hingga sekarang, pesonanya belum juga berhenti. Pesanan mengalir deras bak banjir lahar bak banjir lahar dingin yang sulit dibendung. Dari yang asalnya ditarget hanya 3.000 unit per bulan, pesanan Xpander melonjak tajam mencapai lebih dari 11.000 unit hanya dalam waktu 2 minggu saja. Baca :

Mitsubishi Xpander di GIIAS 2017

Hingga pertengahan Desember 2017, pesanan Xpander mencapai lebih dari 40.000 unit. Walhasil, Mitsubishi pun kalang kabut. Antrean panjang membuat pengiriman unit ke konsumen makin lama dan berbulan-bulan. Belum lagi inden yang terus berdatangan, meski konsumen tahu kalau inden bakal lama mereka seolah tidak mempedulikan. Xpander yang cukup fenomenal menghadirkan berbagai respon dan tanggapan dari para kompetitor, salah satunya Daihatsu. Memiliki produk yang satu segmen dengan Xpander yaitu Xenia, Daihatsu mencoba mencoba tetap tenang dan tidak terintimidasi. Daihatsu bahkan memberikan tanggapan yang mengejutkan meski itu realistis. Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra menyebut kalau Xpander bakal kuasai pasar low MPV di tahun 2018. Baca :

Great New Xenia Custom

“Sebenarnya Xpander bukan saingan asli kami atau Xenia. Kami sebenarnya masih di posisi kedua year to date, tapi tahun ini (2018) Xpander full (jualannya) dia pasti akan mengambil alih,” ujar Amelia, Kamis (11/1/2018) lalu. Kaitannya dengan tipe konsumen, Amelia menganggap ada perbedaan tipe konsumen antara Xenia dengan Xpander. Menurutnya, kebanyakan konsumen Xenia adalah tipe konsumen yang menggunakan kendaraan sebagai teman bisnis, disamping juga mengunakannya untuk berbagai aktivitas sehari-hari. “Seperti misalnya untuk kendaraan operasional kantor yang irit dan bandel. Daripada investasi yang lebih tinggi dan belum diketahui, mending mereka lebih memilih Xenia. Jadi kami lebih ke fleet customer yang dipakai untuk operasional atau retail customer tapi sudah mengetahui dan nyaman pakai Xenia, terbukti bisa menanjak, irit dan lainnya,” ungkap Amelia. “Xpander itu MPV dengan kelas yang berbeda. Secara cost ownership saya juga sudah cek juga sparepart-nya lebih mahal, kan sesuai harganya pastinya dia lebih mahal,” tambahnya.