Honda Yakin, Merek China Tak Akan Bikin Konsumennya Beralih Hati

25/02/2018| Mobilmo.com

Meski merek China terus berdatangan, Honda yakin selera konsumennya tetap tinggi dan tak kan pindah ke lain hati.

Dua pabrikan otomotif asal China, DFSK dan Wuling Motors mulai agresif di pasar Indonesia. Selain memiliki model-model yang keren, modern dan mewah dengan harga terjangkau, keduanya bahkan telah memiliki pabrik perakitan produknya di dalam negeri. Investasi yang digelontorkan terbilang besar dan  cukup berani mengingat baru pertama kalinya terjun di industri otomotif dalam negeri. DFSK atau Sokon Indonesia punya pabrik di Cikande Serang Banten. Dengan area seluas 80.000 meter persegi pabrik ini memiliki kapasitas produksi tidak kurang dari 50.000 unit dalam setahun.

Pabrik Sokon di Cikande Serang Banten

Wuling memiliki pabrik perakitan di Greenland International Industrial Center (GIIC) Blok BA Nomor 1 dan 2, Sukamahi, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. Luasnya mencapai 60 hektar dengan kapasitas produksi bisa mencapai 150.000 unit. Dengan investasi senilai 700 juta USD pabrik ini diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (11/7/2017). Bukti lain keseriusan merek China, khususnya Wuling di pasar otomotif dalam negeri usai resmi beroperasinya pabrik di Cikarang adalah meluncurkan dua model baru, Confero di segmen low MPV dan Cortez di segmen medium MPV. Keduanya diluncurkan hanya berselang 6 bulan. Sokon Indonesia pun demikian, bersiap menghadirkan model baru yang menyasar segmen sport utility vehicle (SUV).

Sokon Glory 580 di GIIAS Agustus 2017

Tanggapan Honda atas kehadiran merek China Kemunculan merek China yang cukup agresif di industri otomotif tanah air memunculkan berbagai komentar baik dari kalangan masyarakat umum, maupun dari sesama pebisnis otomotif. Salah satunya Honda. Sebagai salah satu kompetitor produsen otomotif asal Jepang ini punya komentar buat merek China khususnya yang berkaitan dengan konsumen. Jonfis Fandy selaku Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) menuturkan Honda tidak begitu khawatir dengan kehadiran dua merek China di atas. Honda yakin masing-masing memiliki konsumennya tersendiri dan antara satu dengan yang lain punya karakter yang berbeda. Hal itu terbukti selama ini belum ada dealer Honda yang mendengar konsumen membandingkan produk andalannya dengan merek-merek China tersebut. "Informasi dari diler, belum ada konsumen yang membandingkan Honda dengan merek itu," tutur Jonfis kepada media di Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (24/2/2018).

New Honda Mobilio RS

Jonfis menambahkan kalau Honda mayoritas konsumennya sudah banyak tahu tentang produk serta berbagai fitur yang ada pada mobil Honda. "Misalnya mereka sudah tahu apa itu ABS, fitur, transmisi CVT, hingga turbo, sehingga sudah pasti karakternya sangat berbeda" kata Jonfis. Meski Honda Prospect Motor juga memiliki model untuk kalangan bawah seperti LCGC Brio, karakter dan daya beli masyarakat tetap tinggi. Terutama bila berbicara soal selera, apapun yang ada pada model lain yang bukan seleranya tak akan bikin fokus jadi berubah.

Honda Brio RS di GIIAS 2017

Baca :

International